Jateng Jamin Ketersediaan Sembako untuk Kebutuhan Ramadhan dan Lebaran

loading...
Jateng Jamin Ketersediaan Sembako untuk Kebutuhan Ramadhan dan Lebaran
Sejumlah narasumber Prime Topic MNC Trijaya FM Semarang bertema Ketersediaan dan Keterjangkauan Sembako Jelang Lebaran dan Ramadan, di Solo. Foto istimewa
SOLO - Jelang Ramadhan dan Lebaran 1442 Hijriah/2021, ketersediaan kebutuhan bahan pokok (sembako) di Jawa Tengah dijamin masih aman. Sehingga masyarakat Jateng diminta untuk tetap tenang.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sri Marnyuni mengatakan, Jateng sebagai penyangga pangan nasional otomatis kebutuhan sembako seperti beras lebih dari cukup. Baca juga: Revitalisasi 2 Pasar Tradisional di Jawa Timur Rampung

“Ketersediaan sembako seperti beras di Jawa Tengah saya rasa lebih dari cukup. Sehingga masyarakat bisa tenang,” kata Sri Maryuni dalam Prime Topic MNC Trijaya FM Semarang bertema Ketersediaan dan Keterjangkauan Sembako Jelang Lebaran dan Ramadhan, di Hotel Best Western Solo, Rabu (7/4/2021).

"Soal harga kebutuhan sembako sepertinya masih terjangkau. Meski sampai tanggal 6 April harga ada yang sedikit naik terutama seperti telur, daging ayam, minyak goreng. Akan tetapi masih di bawah harga eceran tertinggi (HET)," katanya.



Sementara, Menurut Kepala Disperindag Provinsi Jateng, M Arif Sambodo, inflasi di Provinsi Jawa Tengah relatif sangat terkendali. Yakni kenaikannya hanya 0,08. Dia mengatakan hal ini karena dengan inflasi ada gerakan yang cukup baik. "Boleh saya tekankan, mengapa inflasi tidak terlalu tinggi, karena permintaan barang tidak terlalu tinggi, plus stok cukup banyak," kata Arif .

Sedangkan, pengamat ekonomi yang juga Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis UMS, Prof Anton Agus Setiawan menyebut masih ada sekelompok pemilik uang yang cukup banyak (pemodal) bermain harga pada momentum tertentu. Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Tradisional Jagasatru Mulai Turun

Dia mencontohkan, harga telur dan daging ayam, dimana perputaran dari bibit hingga bertelur dan menjadi ayam potong telah dikendalikan oleh sekelompok pemodal tersebut.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top