Diisolasi Sehari, PDP Corona Blitar Meninggal Dunia
Sabtu, 18 April 2020 - 21:36 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BLITAR - Perempuan 69 tahun asal Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar itu tidak memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19. Karena sakit dengan gejala demam dan sesak nafas, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Kabupaten Blitar menetapkannya sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
Baru sehari diisolasi, Sabtu (18/4/2020) ini, menurut Krisna Yekti, jubir Tim Gugus Tugas, yang bersangkutan meninggal dunia. "Iya hari ini meninggal dunia, "ujar Krisna Yekti kepada wartawan. Pasien dirujuk ke rumah sakit swasta Kabupaten Blitar pada 17 April.
Masuk pagi hari dengan keluhan demam. Pada malam muncul gejala sesak nafas, dan ketika difoto thorax (rontgen) hasilnya mengarah pada pneumonia. "Meninggal pukul 10 pagi ini," papar Krisna Yekti. Terkait status PDP yang disematkan, kata Krisna Yekti hanya mengacu pada gejala klinis yang ada (demam dan sesak).
Pasien yang seminggu sebelumnya atau 7 April pernah operasi tersebut tidak pernah bepergian ke daerah atau negara terpapar. Ia juga tidak pernah kontak erat dengan pasien Corona. "Karena ada gejala demam dan sesak nafas lalu ditetapkan PDP, "katanya.
Sebelum meninggal dunia pasien juga sempat menjalani rapid test. Hasilnya negatif. Yang bersangkutan yang dimakamkan dengan protokoler pasien Covid-19 itu juga diambil swab, namun hasilnya belum keluar. "Keluarganya juga akan ditracing," jelasnya.
Baru sehari diisolasi, Sabtu (18/4/2020) ini, menurut Krisna Yekti, jubir Tim Gugus Tugas, yang bersangkutan meninggal dunia. "Iya hari ini meninggal dunia, "ujar Krisna Yekti kepada wartawan. Pasien dirujuk ke rumah sakit swasta Kabupaten Blitar pada 17 April.
Masuk pagi hari dengan keluhan demam. Pada malam muncul gejala sesak nafas, dan ketika difoto thorax (rontgen) hasilnya mengarah pada pneumonia. "Meninggal pukul 10 pagi ini," papar Krisna Yekti. Terkait status PDP yang disematkan, kata Krisna Yekti hanya mengacu pada gejala klinis yang ada (demam dan sesak).
Pasien yang seminggu sebelumnya atau 7 April pernah operasi tersebut tidak pernah bepergian ke daerah atau negara terpapar. Ia juga tidak pernah kontak erat dengan pasien Corona. "Karena ada gejala demam dan sesak nafas lalu ditetapkan PDP, "katanya.
Sebelum meninggal dunia pasien juga sempat menjalani rapid test. Hasilnya negatif. Yang bersangkutan yang dimakamkan dengan protokoler pasien Covid-19 itu juga diambil swab, namun hasilnya belum keluar. "Keluarganya juga akan ditracing," jelasnya.
Lihat Juga :