Lebaran Diprediksi Picu Inflasi Jawa Timur, Ini Penyebabnya

loading...
Lebaran Diprediksi Picu Inflasi Jawa Timur, Ini Penyebabnya
ilustrasi
SURABAYA - Tekanan inflasi pada triwulan II 2021 diprediksi meningkat dibanding triwulan I 2021. Namun, masih dalam rentang kisaran sasaran inflasi nasional.

Inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta pakaian dan alas kaki diperkirakan menjadi pendorong utama seiring peningkatan konsumsi masyarakat.

Baca juga: Soal Larangan Mudik, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Legowo

Data Laporan Perekonomian Jawa Timur (Jatim) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) mencatat, rencana pembukaan kembali sekolah pada triwulan II 2021 diperkirakan memicu peningkatan konsumsi pada kelompok pakaian dan alas kaki. Pembukaan kembali aktivitas ekonomi juga menjadi pendorong perbaikan daya beli masyarakat yang diperkirakan terjadi pada triwulan I 2021.

Peningkatan inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga didorong kenaikan harga rokok seiring kenaikan tarif cukai mulai awal 2020 dan berpotensi kembali meningkat pada 2021.



Baca juga: Momen Bahagia Jadi Bencana Viral, Tamu Undangan Pernikahan Disuguhi Nasi Kotak

“Selain itu momen hari besar keagamaan hari raya Idul Fitri juga diperkirakan akan memberikan tekanan pada inflasi volatile food,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Selasa (6/4/2021).

Dia menambahkan, tekanan inflasi kelompok transportasi juga diperkirakan meningkat pada triwulan II 2021. Dari sisi permintaan, mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri memicu naiknya permintaan terhadap transportasi.

“Inflasi Jatim pada tahun 2021 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2020, namun tetap berada dalam sasaran inflasi 3,0%±1% (yoy). Peningkatan tekanan inflasi diperkirakan disebabkan oleh mulai pulihnya kinerja perekonomian. Sehingga berdampak pada peningkatan inflasi inti dan administered price,” tandas Difi.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top