Lebaran Diprediksi Picu Inflasi Jawa Timur, Ini Penyebabnya
Selasa, 06 April 2021 - 11:26 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Tekanan inflasi pada triwulan II 2021 diprediksi meningkat dibanding triwulan I 2021. Namun, masih dalam rentang kisaran sasaran inflasi nasional.
Inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta pakaian dan alas kaki diperkirakan menjadi pendorong utama seiring peningkatan konsumsi masyarakat.
Baca juga: Soal Larangan Mudik, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Legowo
Data Laporan Perekonomian Jawa Timur (Jatim) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) mencatat, rencana pembukaan kembali sekolah pada triwulan II 2021 diperkirakan memicu peningkatan konsumsi pada kelompok pakaian dan alas kaki. Pembukaan kembali aktivitas ekonomi juga menjadi pendorong perbaikan daya beli masyarakat yang diperkirakan terjadi pada triwulan I 2021.
Peningkatan inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga didorong kenaikan harga rokok seiring kenaikan tarif cukai mulai awal 2020 dan berpotensi kembali meningkat pada 2021.
Inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta pakaian dan alas kaki diperkirakan menjadi pendorong utama seiring peningkatan konsumsi masyarakat.
Baca juga: Soal Larangan Mudik, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Legowo
Data Laporan Perekonomian Jawa Timur (Jatim) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) mencatat, rencana pembukaan kembali sekolah pada triwulan II 2021 diperkirakan memicu peningkatan konsumsi pada kelompok pakaian dan alas kaki. Pembukaan kembali aktivitas ekonomi juga menjadi pendorong perbaikan daya beli masyarakat yang diperkirakan terjadi pada triwulan I 2021.
Peningkatan inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga didorong kenaikan harga rokok seiring kenaikan tarif cukai mulai awal 2020 dan berpotensi kembali meningkat pada 2021.
Lihat Juga :