Pasca Jembatan Ambruk, Warga Seberangi Sungai dengan Tangga Kayu

loading...
Pasca Jembatan Ambruk, Warga Seberangi Sungai dengan Tangga Kayu
Pasca ambruknya jembatan Air Bayau di Desa Muara Danau, Empat Lawang, Sabtu (3/4) lalu, kini warga terpaksa menggunakan tangga untuk melewati jembatan tersebut. Foto SINDOnews
EMPAT LAWANG - Pasca ambruknya jembatan Air Bayau di Desa Muara Danau, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (3/4/2021) lalu, kini warga di dua kecamatan yakni Kecamatan Lintang Kanan dan Kecamatan Muara Pinang terpaksa menggunakan tangga yang terbuat dari kayu untuk beraktivitas melewati jembatan tersebut.

Dari pantauan di lapangan, terlihat seorang siswi yang akan berangkat ke sekolah terpaksa menuruni jembatan tersebut menggunakan tangga darurat. Tampak juga dua buah tangga yang terbuat dari bambu dan kayu terpasang di bagian badan jembatan. Baca juga: Jembatan di Madiun Ambruk, Faktor Usia dan Banyaknya Sampah Jadi Pemicu

"Iya hari ini terpaksa kami memberanikan diri melewati jembatan ini untuk datang ke sekolahan karena harus mengumpulkan tugas ujian praktik," ujar Lestari, warga Desa Karang Tanding Kecamatan Lintang Kanan yang juga siswi SMP Negeri 1 Muara Pinang usai menuruni anak tangga, Senin (5/3/2021).

Sementara itu Kepala SMP Negeri 1 Muara Pinang, A Hadi mengatakan, jembatan Air Bayau memang sudah berusia tua karena dibangun pada tahun 1970-an. Dan kondisi air di sungai tersebut sulit diprediksi.



"Di lokasi jembatan ambruk itu sudah dibuatkan tangga kayu, agar warga dan anak sekolah bisa menyeberangi sungai meskipun terpaksa dan khawatir. Disini memang ada jalur alternatif tapi jaraknya lumayan jauh. Kami hanya berharap agar pemerintah cepat memperbaiki jembatan ini," ujar Hadi.

Kepala Desa Muara Danau, Wazi mengatakan, saat ini upaya yang telah dilakukan pihaknya yakni dengan membuat dua buah tangga dari bambu dan kayu untuk warga menyeberang. Baca juga: Jembatan Bersejarah yang Diresmikan Jenderal A Yani Ambruk Diterjang Banjir Bandang

Kedua tangga tersebut diturunkan dari bagian jembatan yang patah ke bagian jembatan yang masih bisa dilewati dengan berjalan kaki. "Kami buatkan tangga untuk aktifitas anak-anak yang sekolah ke Kecamatan sebelah yakni Kecamatan Muara Pinang," ucap Wazi.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top