Ziarahi Makam Mangkunegoro VII, KPI Usulkan Gelar Pahlawan Nasional Penyiaran
Minggu, 28 Maret 2021 - 22:01 WIB
loading...
Ketua Umum KPI Pusat Usulkan Gelar pahlawan untuk KGPAA Mangkunegoro VII. Foto: iNews/Bramantyo
A
A
A
KARANGANYAR - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menelusuri tempat bersejarah terkait dengan penyiaran di Indonesia yang ada di Kota Solo .
Salah satu yang dikunjungi yakni, makam Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoro VII yang ada di Girilayu, Matesih, Karanganyar.
Pantauan MNC Portal Indonesia, ziarah makam itu dipimpin langsung Ketua Umum KPI Pusat Agung Supriyo, didampingi komisioner serta anggota Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI). Mereka terlihat khusyuk berdoa di makam KGPAA Mangkunegoro VII.
Baca juga: Harsiarnas Ke-88, KPI Ingatkan Tahun 2022 Tumbuh Subur Penyiaran Diera Digitalisasi
Menurut Agung, dunia penyiaran di tanah air tak bisa seperti saat ini tanpa peran dari KGPAA Mangkunegoro VII. Berkat jasa-jasanya, di Kota Solo pertama kalinya muncul radio milik orang Indonesia Solosche Radio Vereeniging (SRV) di tahun 1933 jauh sebelum Indonesia merdeka.
“SRV lahir jauh sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh KGPAA Mangkunegoro VII dan merupakan stasiun radio pertama milik bangsa Indonesia. Kala itu di tengah keterbatasan Mangkunegoro VII bisa membuat radio dan menyebarluaskan gagasan tentang kebudayaan dan eksistensi Nusantara,” papar Agung Supriyo, pada MNC Portal Indonesia, Minggu (28/3/2021).
Baca juga: Puncak Harsiarnas, Pelaku Dunia Penyiaran Napak Tilas Sejarah di Kota Solo
Salah satu yang dikunjungi yakni, makam Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoro VII yang ada di Girilayu, Matesih, Karanganyar.
Pantauan MNC Portal Indonesia, ziarah makam itu dipimpin langsung Ketua Umum KPI Pusat Agung Supriyo, didampingi komisioner serta anggota Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI). Mereka terlihat khusyuk berdoa di makam KGPAA Mangkunegoro VII.
Baca juga: Harsiarnas Ke-88, KPI Ingatkan Tahun 2022 Tumbuh Subur Penyiaran Diera Digitalisasi
Menurut Agung, dunia penyiaran di tanah air tak bisa seperti saat ini tanpa peran dari KGPAA Mangkunegoro VII. Berkat jasa-jasanya, di Kota Solo pertama kalinya muncul radio milik orang Indonesia Solosche Radio Vereeniging (SRV) di tahun 1933 jauh sebelum Indonesia merdeka.
“SRV lahir jauh sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh KGPAA Mangkunegoro VII dan merupakan stasiun radio pertama milik bangsa Indonesia. Kala itu di tengah keterbatasan Mangkunegoro VII bisa membuat radio dan menyebarluaskan gagasan tentang kebudayaan dan eksistensi Nusantara,” papar Agung Supriyo, pada MNC Portal Indonesia, Minggu (28/3/2021).
Baca juga: Puncak Harsiarnas, Pelaku Dunia Penyiaran Napak Tilas Sejarah di Kota Solo
Lihat Juga :