Korban Deposito Bank Mega Bertambah Jadi 14 Orang, Total Kerugian Rp56 Miliar
Sabtu, 27 Maret 2021 - 15:53 WIB
loading...
Foto/ilustrasi SINDOnews
A
A
A
DENPASAR - Nasabah Bank Mega Cabang Gatot Subroto Denpasar, Bali, yang raib dana depositonya bertambah. Ada lima nasabah yang juga mengalami hal serupa dengan kerugian Rp23 miliar. "Ada lima klien kami yang dana depositonya hilang senilai Rp23 miliar," kata Suryatin Lijaya, Sabtu (27/3/2021).
Dia menjelaskan, kelima nasabah itu masih merupakan satu keluarga, ada bapak, anak dan menantu. Mereka memiliki lebih dari lima deposito di bank itu dengan nilai yang bervariasi senilai total Rp23 miliar. Baca juga: 9 Nasabah Bank Mega Cabang Bali Mengaku Kehilangan Deposito hingga Rp33 Miliar
Kasus itu terjadi hampir bersamaan dengan sembilan nasabah lainnya kehilangan dana deposito, November 2020. Kliennya yang lain mendengar kabar pimpinan Bank Mega Cabang Gatot Subroto Denpasar dicopot. Betapa kagetnya mereka saat berada di bank untuk menarik deposito. "Sampai di sana dikatakan bahwa klien saya nggak punya lagi dana di situ karena sudah dicairkan sebelumnya," ungkap Suryatin.
Saat itu, lanjut dia, pihak bank memperlihatkan berkas slip penarikan dana deposito yang seakan-akan dilakukan kliennya. Namun anehnya, yang tanda tangan di slip itu bukan kliennya. Suryatin menegaskan, kelima kliennya tidak pernah sekalipun mencairkan deposito yang sudah disimpan sejak tahun 2015, 2016 dan 2017. Bukti penempatan dana deposito juga masih dipegang sehingga kliennya selama ini tenang-tenang saja.
Dia justru mempertanyakan jika kliennya sudah menarik deposito, kenapa selama ini selalu menerima rekening koran. "Rekening koran yang diberikan selama ini jadi nggak bener dong. kan fiktif jadinya. Kelihatannya ada pembayaran bunga dan sebagainya," ujarnya.
Dia menjelaskan, kelima nasabah itu masih merupakan satu keluarga, ada bapak, anak dan menantu. Mereka memiliki lebih dari lima deposito di bank itu dengan nilai yang bervariasi senilai total Rp23 miliar. Baca juga: 9 Nasabah Bank Mega Cabang Bali Mengaku Kehilangan Deposito hingga Rp33 Miliar
Kasus itu terjadi hampir bersamaan dengan sembilan nasabah lainnya kehilangan dana deposito, November 2020. Kliennya yang lain mendengar kabar pimpinan Bank Mega Cabang Gatot Subroto Denpasar dicopot. Betapa kagetnya mereka saat berada di bank untuk menarik deposito. "Sampai di sana dikatakan bahwa klien saya nggak punya lagi dana di situ karena sudah dicairkan sebelumnya," ungkap Suryatin.
Saat itu, lanjut dia, pihak bank memperlihatkan berkas slip penarikan dana deposito yang seakan-akan dilakukan kliennya. Namun anehnya, yang tanda tangan di slip itu bukan kliennya. Suryatin menegaskan, kelima kliennya tidak pernah sekalipun mencairkan deposito yang sudah disimpan sejak tahun 2015, 2016 dan 2017. Bukti penempatan dana deposito juga masih dipegang sehingga kliennya selama ini tenang-tenang saja.
Dia justru mempertanyakan jika kliennya sudah menarik deposito, kenapa selama ini selalu menerima rekening koran. "Rekening koran yang diberikan selama ini jadi nggak bener dong. kan fiktif jadinya. Kelihatannya ada pembayaran bunga dan sebagainya," ujarnya.
Lihat Juga :