alexametrics

135.837 KK di Pemalang Terima Bansos Dampak COVID-19

loading...
135.837 KK di Pemalang Terima Bansos Dampak COVID-19
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pemalang, Slamet Masduki. FOTO : MNC Media/Ahmad Tasori
A+ A-
PEMALANG - Proses penyaluran Bantuan Sosial atau Bansos bagi warga terdampak pandemi COVID-19 khusunya warga pra sejahtera masih terus distribusikan.

Di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar sebanyak 135.837 Kepala Keluarga (KK) mereka nantinya akan mendapatkan Bansos baik berupa uang tunai dalam program Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun paket sembako.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pemalang, Slamet Masduki, Selasa (19/05/2020) menyatakan saat ini semua proses penyaluran Bansos masih berlangsung. Baik yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun dari Pemerintah Kabupaten Pemalang itu sendiri.



Masduki merincikan dari total penerima Bansos di Kapupaten Pemalang, Kecamatan Pemalang menempati urutan tertinggi yakni sebanyak 16.618 Kepala Kelurga, kemudian disusul kecamatan Taman sebanyak 14.148 KK.

"12 kecamatan lainya masing-masing Kecamatan moga 6646 KK, Belik 10.820, PuloSari 6071, Watukumpul 10.326, Randudongkal 11.549, Warungpring 4010, Bantarbolang 6366, Petarukan 12.663, Ampelgading 8352, Bodeh 6625, Comal 10506 dan Kecamatan Ulujami 11.137 KK," rincinya.

Mengenai metode penyaluran Bansos dari Kementerian Sosial sebanyak 37.627 KK, lanjut Masduki, masing-masing yang disalurkan melalui Bank Himbara sebanyak 3297 KK, dan melalui kantor pos sebanyak 34.330 KK.

"Kemudian untuk bansos dari Provinsi disalurkan melalui BPD Bank Jateng sebantak 48.549 KK, sementara untuk Bansos dari Pemkab disalurkan melalui gugus tugas covid 19 di masing-mjasing desa 49.661 KK," imbuhnya.

Untuk meminimlaisir terjadinya salah sasaran penerima Bansos, Dinsos Kabupaten Pemalang melakukan koordinasi dengan kecamatan, kelurahan atau desa dan pengecekan data melalui Kasie Kesra di tingkat desa dan Kasie Eksbangsos di Kelurahan untuk melakukan validasi data selanjutnya diserahkan ketingkat desa dan di sahkan melalui Musdes atau Muskel.

Guna memutus rantai penyebaran virus COVID-19, dalam penyaluran bansos sambung Masduki, Dinsos sudah melakukan sosialisasi berupa imbauan kepada PT Pos dan desa agar tetap menjaga kesehatan untuk mencegah atau mengurangi penularan COVID-19 sesuai prosedur protap kesehatan.

"Apabila ada warga yang belum terdaftar, Dinsos menyarankan agar warga melaporkan dan mendaftarkan kepada desa atau kelurahan-nya masing-masing," imbaunya. (Baca juga : Tidak Tepat Sasaran, DPRD Pemalang Minta Penerima Bansos Didata Ulang)

Masduki juga menyambut baik, adanya wacana pendataan ulang atau evaluasi terhadap daftar penerima Bansos. Menurutnya, data saat ini belum dinyatakan final dan masih ada tambahan atau pengurangan sesuai dengan kebutuhan.

"Kami berharap dapat dievaluasi kembali dari Kemensos agar daerah diberikan kewenangan untuk mengusulkan pengganti penerima bansos baik yang mengundurkan diri atau graduasi lantaran warga tersebut sudah dinyatakan mampu secara ekonomi," pungkasnya.
(nun)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak