Warga Geruduk dan Segel Cafe Brazil, Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Keributan
Senin, 15 Maret 2021 - 04:27 WIB
loading...
Warga Kota Bima mendatangi dan menyegel Kafe Brazil karena diduga membikin warga tidak nyaman.
A
A
A
BIMA - Puluhan warga di Bima, Nusa Tenggara Barat, mendatangi dan menyegel Cafe Brazil yang menjadi pusat tempat hiburan malam pasca adanya keributan yang mengakibatkan lima pengunjung terluka pada Minggu (14/03/2021) dini hari.
Warga juga kesal, lantaran pemilik Cafe Brazil inisial IF yang merupakan warga bukan keturunan pribumi, kerap kali membuka panggung Disk Jockey (DJ) meski sebelumnya telah ditegur keras beberapa kali dengan pertimbangan COVID-19 yang semakin meningkat di Kota Bima.
Tak hanya itu, Cafe Brazil juga kerap mengundang kemaksiatan dengan menyediakan minuman keras (Miras) serta wanita penghibur, sehinga mengundang aksi keributan di antara pengunjung yang hadir dengan keamanan kafe.
Baca juga: Reklamasi Pantai Tanpa Izin, PT PAN Didenda Miliaran Rupiah
Dituturkan salah seorang warga, massa yang menyeruduk serta menyegel tempat hiburan malam tersebut tak akan membiarkan dibuka kembali sebelum Kepolisian Polres Bima Kota memproses secara serius pelaku yang diketahui oknum anggota Brimob.
"Untuk sementara Cafe Brazil akan kami segel selama lamanya, sebelum kasus keributan pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 wita dapat ditangani serius. Empat orang korban telah melaporkan secara resmi di Polres Bima Kota pada Minggu (14/03/2021) pagi hingga siang,"kata Direktur LSM Lembaga Keadilan Poros Muda (LKPM) NTB, Amiruddin, yang juga ikut mengawal rombongan massa menyegel Cafe Brazil Minggu malam.
Di sisi lain menurut massa, dengan dibukanya DJ pada sejumlah tempat hiburan malam di deretan pantai utara Kota Bima, jelas merusak moral generasi muda pribumi. Sebab, dari pantauan, sejak dibukanya DJ di tempat tersebut, banyak pengunjung yang hadir dari kalangan remaja di bawah umur seperti pelajar tingkat SMA bahkan SMP.
Warga juga kesal, lantaran pemilik Cafe Brazil inisial IF yang merupakan warga bukan keturunan pribumi, kerap kali membuka panggung Disk Jockey (DJ) meski sebelumnya telah ditegur keras beberapa kali dengan pertimbangan COVID-19 yang semakin meningkat di Kota Bima.
Tak hanya itu, Cafe Brazil juga kerap mengundang kemaksiatan dengan menyediakan minuman keras (Miras) serta wanita penghibur, sehinga mengundang aksi keributan di antara pengunjung yang hadir dengan keamanan kafe.
Baca juga: Reklamasi Pantai Tanpa Izin, PT PAN Didenda Miliaran Rupiah
Dituturkan salah seorang warga, massa yang menyeruduk serta menyegel tempat hiburan malam tersebut tak akan membiarkan dibuka kembali sebelum Kepolisian Polres Bima Kota memproses secara serius pelaku yang diketahui oknum anggota Brimob.
"Untuk sementara Cafe Brazil akan kami segel selama lamanya, sebelum kasus keributan pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 wita dapat ditangani serius. Empat orang korban telah melaporkan secara resmi di Polres Bima Kota pada Minggu (14/03/2021) pagi hingga siang,"kata Direktur LSM Lembaga Keadilan Poros Muda (LKPM) NTB, Amiruddin, yang juga ikut mengawal rombongan massa menyegel Cafe Brazil Minggu malam.
Di sisi lain menurut massa, dengan dibukanya DJ pada sejumlah tempat hiburan malam di deretan pantai utara Kota Bima, jelas merusak moral generasi muda pribumi. Sebab, dari pantauan, sejak dibukanya DJ di tempat tersebut, banyak pengunjung yang hadir dari kalangan remaja di bawah umur seperti pelajar tingkat SMA bahkan SMP.
Lihat Juga :