Perang Kebon Rojo, Pertempuran Sengit Pejuang Melawan Belanda

Senin, 08 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Mereka mengambil tempat di antara Kertosono-Perak, tepatnya di desa Kayen. Pasukan-pasukan tersebut bertugas menghadang bantuan Belanda dari barat.

Upaya penghadangan tersebut tidak hanya dengan pasukan, tetapi juga dengan menebangi pohon sepanjang jalan antara Jabon- Cangkring Randu, yang dilakukan oleh penduduk.

Sedangkan penghadangan datangnya bantuan Belanda dari timur diserahkan pada kompi Budiman. Setelah semua persiapan dilakukan hampir sepanjang malam, dan masing-masing pasukan menempati pos-posnya, serta waktunya pun telah matang, maka genderang perang ditabuh.

Tepat pukul 04.00 dini hari tanggal 12 Januari 1949, kududukan Belanda di Kebon Rojo ditembaki dengan mortir, sebagai tanda bahwa serangan telah dimulai. Lalu diikuti dengan tembakan gencar dari seluruh pasukan yang mengepung Kebon Rojo.

Momen ketika Belanda lengah demikian sangat menguntungkan, sehingga pasukan yang mengepung Kebon Rojo leluasa untuk merangsek ke jarak yang sangat dekat. Tembak-menembak bahkan terjadi hanya dalam jarak setengah meter. Baca: Kisah Tenganan, Desa Terkuno di Bali yang Tidak Mengenal Nyepi.

Belanda tentunya sangat terkejut, dan tidak berani keluar dari sarangnya. Tembak- menembak jarak dekat itu terjadi hingga siang hari. Pukul 10.00 pesawat musuh datang, terbang di atas kota Jombang. Tapi pesawat tersebut tidak berani mengeluarkan tembakan, karena pandangannya terganggu. Selain itu batas antara lawan dan kawan tidak jelas.

Pada pukul 10.00 itu juga di barat Kebon Rojo, disebuah ladang jagung yang sudah patah-patah batangnya terkena tembakan, mendadak puluhan penduduk muncul sambil merayap, menyerahkan bungkusan-bungkusan makanan pada pejuang. Mereka adalah penduduk sekitar Kebon Rojo, Kauman, dan selatan Rel.

Sementara itu, pasukan yang menghalau musuh di Kayen juga terlibat kontak senjata. Prediksi mereka benar, bahwa akan datang bantuan musuh dari arah Kertosono. Beberapa orang gugur di pertempuran sekitar Perak ini.

Namun para pejuang juga berhasil menghancurkan kendaraan lapis baja musuh, berikut yang di dalamnya. Sekitar pukul 12.00 dapat laporan dari penduduk, bahwa buldoser Belanda berhasil menyingkirkan pohon-pohon yang ada di jalan Jabon-Ngrandu.

Beberapa kompi TRIP kemudian mundur ke arah Jabon untuk mengantisipasi datangnya Belanda dari barat. Ternyata jumlah pasukan Belanda yang datang cukup besar, ada 13 brencarriers, dan 7 truk yang masing-masing berisi sekitar 40 pasukan. Di tikungan Jabon, jalan yang berjajar dengan rel, akhirnya para pejuang menembaki kendaraan yang paling belakang dari selatan rel. Baca Juga: Misteri Kutukan Bagi Penangkap Ikan Ilegal di Reservat Batubumbun Kutai Kartanegara.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1624 seconds (10.177#12.26)