Bos Toko Kelontong Blitar Tewas Dirampok, Pelaku Ternyata Tetangga Dekat Korban
Rabu, 03 Maret 2021 - 16:20 WIB
loading...
Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A
A
A
BLITAR - Polres Blitar memastikan tewasnya Bisri Effendi (71) pemilik toko kelontong di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jatim akibat aksi pencurian dengan kekerasan atau perampokan.
Baca juga: Blitar Gempar, Pemilik Toko Kelontong Tewas Digorok, Kepala Ditutup Sarung
Kepastian tersebut menyusul penangkapan pemuda berinisial Dky (21) tetangga korban, yang diduga sebagai pelaku perampokan.
Baca juga: Polres Blitar Ringkus Pemuda Diduga Pembunuh Bos Toko Kelontong
"Kita tarik kesimpulan peristiwa ini pencurian dengan kekerasan yang berakibat meninggalnya korban," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela kepada wartawan Rabu (3/3/2021). Dky diringkus di rumahnya Rabu (3/3) dini hari. Usai menghabisi korbannya, yang bersangkutan diketahui tidak pergi kemana-mana.
Dky memilih bersembunyi di rumahnya yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. Dky diketahui berasal dari Sumatera dan baru sekitar 5 tahun bertempat tinggal di Desa Jatinom. "Ditangkap di rumahnya," kata Leonard. Dalam kasus ini polisi telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi. Polisi juga memeriksa sejumlah CCTV yang ada di dalam toko kelontong korban.
Baca juga: Blitar Gempar, Pemilik Toko Kelontong Tewas Digorok, Kepala Ditutup Sarung
Kepastian tersebut menyusul penangkapan pemuda berinisial Dky (21) tetangga korban, yang diduga sebagai pelaku perampokan.
Baca juga: Polres Blitar Ringkus Pemuda Diduga Pembunuh Bos Toko Kelontong
"Kita tarik kesimpulan peristiwa ini pencurian dengan kekerasan yang berakibat meninggalnya korban," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela kepada wartawan Rabu (3/3/2021). Dky diringkus di rumahnya Rabu (3/3) dini hari. Usai menghabisi korbannya, yang bersangkutan diketahui tidak pergi kemana-mana.
Dky memilih bersembunyi di rumahnya yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. Dky diketahui berasal dari Sumatera dan baru sekitar 5 tahun bertempat tinggal di Desa Jatinom. "Ditangkap di rumahnya," kata Leonard. Dalam kasus ini polisi telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi. Polisi juga memeriksa sejumlah CCTV yang ada di dalam toko kelontong korban.
Lihat Juga :