Perdana Diamuk Puting Beliung, Baliho Puluhan Juta di Tulungagung Ambruk
Selasa, 02 Maret 2021 - 20:06 WIB
loading...
Papan reklame bernilai puluhan juta di Tulungagung yang ambruk diterjang puting beliung. Foto/ist
A
A
A
TULUNGAGUNG - Angin puting beliung bersamaan hujan deras menerjang sebagian desa di dua kecamatan wilayah Kabupaten Tulungagung. Sebuah papan reklame besar bernilai puluhan juta, serta pepohonan ambruk. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung Soeroto, bencana puting beliung ini merupakan yang pertama kalinya di awal tahun 2021.
"Ini pertama kali (puting beliung) di tahun 2021," ujar Soeroto kepada Sindonews.com melalui via telepon Selasa (2/3/2021) petang. Papan reklame yang tumbang tersebut berada di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Lokasinya bersebelahan dengan komplek pasar burung. Beruntung. Saat ambruk, tidak ada pemakai jalan yang melintas.
Baca juga: Polisi Bongkar Makam PSK yang Tewas di Tempat Pembakaran Bata Merah
Begitu juga saat angin merobohkan pepohonan di jalanan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat, tidak ada yang melintas. "Alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa maupun luka," terang Soeroto. Jumlah kerugian material masih dihitung. Untuk papan reklame yang tumbang, kata Soeroto pihaknya menaksir senilai Rp 50 juta.
"Ada kalau Rp 50 juta," tambah Soeroto. Sementara di saat yang sama puting beliung juga menerjang wilayah Kecamatan Sumbergempol. Di Desa Wonorejo, angin juga menumbangkan banyak pepohonan, termasuk sempat memutus jaringan listrik. Batang batang pohon yang berserakan di jalan juga sempat menganggu arus lalu lintas.
"Ini pertama kali (puting beliung) di tahun 2021," ujar Soeroto kepada Sindonews.com melalui via telepon Selasa (2/3/2021) petang. Papan reklame yang tumbang tersebut berada di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Lokasinya bersebelahan dengan komplek pasar burung. Beruntung. Saat ambruk, tidak ada pemakai jalan yang melintas.
Baca juga: Polisi Bongkar Makam PSK yang Tewas di Tempat Pembakaran Bata Merah
Begitu juga saat angin merobohkan pepohonan di jalanan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat, tidak ada yang melintas. "Alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa maupun luka," terang Soeroto. Jumlah kerugian material masih dihitung. Untuk papan reklame yang tumbang, kata Soeroto pihaknya menaksir senilai Rp 50 juta.
"Ada kalau Rp 50 juta," tambah Soeroto. Sementara di saat yang sama puting beliung juga menerjang wilayah Kecamatan Sumbergempol. Di Desa Wonorejo, angin juga menumbangkan banyak pepohonan, termasuk sempat memutus jaringan listrik. Batang batang pohon yang berserakan di jalan juga sempat menganggu arus lalu lintas.
Lihat Juga :