Rencana Pembukaan Mal Harus Menerapkan Protokol Kesehatan
Senin, 18 Mei 2020 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Meski hal ini telah direncankan dengan seksama, Yusran masih menimbang dan belum bisa menjamin rencana ini digagas pasca-PSBB. Dia menjelaskan bahwa, hal ini masih memerlukan pembicaraan lebih jauh dengan pihak-pihak terkait.
"PSBB berakhir kan 22, itu yang belum kita putuskan tapi pada prinsipnya kami sudah ada komitmen dari mereka kita sudah tahu dan kita juga sebenarnya lebih memastikan, karena kita rapid massal besok. Dan mereka rapid massal besok juga sehingga semua pelayan baik pasar, ojol, jukir, mal itu kita sudah sisir," katanya.
Ketua Asosiasi Pusat Belanja Besar Indonesia Hairun Hamzah Siregar membenarkan protokol yang telah dilakukan sejumlah pihak mal sebelum pembatasan dilakukan oleh pemerintah kota. Hal ini dinilai dapat menjadi bekal penting dalam pemberlakuan protokol nantinya.
Baca Juga: Skenario Mal di Makassar Boleh Beroperasi: Kemungkinan Sebelum Lebaran
"Jujur dalam masa ini mal besar termasuk juga ditekankan tapi bagaimana kesehatan masyarakat Makassar itu nomor satu, insyaallah dengan sinergi bersama Kota Makassar kalaupun kami mendapat izin dari Pemkot melakukan relaksasi standar yang harapkan pemerintah kota aturan jelas terkait protokoler," katanya.
"PSBB berakhir kan 22, itu yang belum kita putuskan tapi pada prinsipnya kami sudah ada komitmen dari mereka kita sudah tahu dan kita juga sebenarnya lebih memastikan, karena kita rapid massal besok. Dan mereka rapid massal besok juga sehingga semua pelayan baik pasar, ojol, jukir, mal itu kita sudah sisir," katanya.
Ketua Asosiasi Pusat Belanja Besar Indonesia Hairun Hamzah Siregar membenarkan protokol yang telah dilakukan sejumlah pihak mal sebelum pembatasan dilakukan oleh pemerintah kota. Hal ini dinilai dapat menjadi bekal penting dalam pemberlakuan protokol nantinya.
Baca Juga: Skenario Mal di Makassar Boleh Beroperasi: Kemungkinan Sebelum Lebaran
"Jujur dalam masa ini mal besar termasuk juga ditekankan tapi bagaimana kesehatan masyarakat Makassar itu nomor satu, insyaallah dengan sinergi bersama Kota Makassar kalaupun kami mendapat izin dari Pemkot melakukan relaksasi standar yang harapkan pemerintah kota aturan jelas terkait protokoler," katanya.
(agn)
Lihat Juga :