ABK KM Lambelu: Kita Tinggal Tunggu Waktu Jadi Positif Covid-19

Jum'at, 17 April 2020 - 23:05 WIB
loading...
ABK KM Lambelu: Kita...
KM Lambelu. Pasien positif Covid-19 di atas kapal KM Lambelu terkonfirmasi bertambah 66 orang. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Kasus positif Covid-19 di KM Lambelu meningkat signifikan. Hingga hari ini, Jumat (17/4/2020) sudah ada 92 orang positif terinfeksi virus asal Wuhan, China tersebut.

Salah satu anak buah kapal (ABK) KM Lambelu yang dikonfirmasi SINDOnews, menceritakan kondisi di atas kapal yang saat ini berada di zona karantina di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Meski ia masih negatif berdasarkan hasil pemeriksaan swab, namun ia ragu bisa tetap mempertahankan status tersebut, karena di atas kapal masih berbaur dengan pasien yang sudah dinyatakan positif.

"Kalau seperti ini terus, kita tinggal tunggu waktu saja jadi positif juga, kalau ada pembagian makanan kita dipanggil, tidak dipisahkan," kata ABK KM Lambelu yang enggan disebutkan namanya ini.

Selain itu kata dia, pasien yang dinyatakan positif Covid-19 juga masih selalu keluar jalan di atas kapal dan tidak tinggal di tempat isolasinya.

"Apalagi kamar juga tidak cukup untuk isolasi. Sekarang jumlahnya ada 92 orang positif. Ada yang punya gejala juga ada yang tanpa gejala," katanya.

Meski demikian, dia mengaku seluruh yang ada di atas kapal tetap disuruh giat berolahraga, dan menjaga imun tubuh. (Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di KM Lambelu Bertambah 66 Orang )

"Jadwalnya itu pagi dan sore untuk olahraga. Kita pasien yang negatif juga sebenarnya butuh vitamin, supaya imun bisa tetap terjaga," katanya.

Ia menceritakan awal mula terjadinya kasus positif Covid-19 di KM Lambelu. ABK yang berusia 37 tahun ini mengatakan, itu bermula saat KM Lambelu memuat penumpang dari Ijtima Dunia zona Asia dari Kabupaten Gowa.

Kata dia, mereka turun di Nunukan, setelah itu didapatkan kabar ada yang positif Covid-19. Makanya setelah itu kapal ditolak bersandar di Bau-bau.

"Sekitar 21 jam kami terapung di atas, bahkan sempat ada ABK yang melompat. Itu bukan karena takut corona, tapi bentuk protes ke pemerintah di sana," ungkapnya.

Setelah itu, di Maumere kapal juga sempat ditolak, namun dilakukan rapid test. Hasilnya ada tiga orang dinyatakan positif, sehingga kata dia, kapal tidak lagi memuat penumpang.

Dirinya melanjutkan, setelah itu baru KM Lambelu ke Makassar, dan dites. Awalnya ada 24 orang yang positif. Tapi sekarang, jumlah kasus sudah bertambah lebih banyak.

"Harapan kita kalau bisa, pemenuhan vitamin yang masih negatif ini. Juga penegasan pemisahan pesien di atas kapal. Karena tidak bisa juga kita diturunkan," harapnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
Berita Terkini
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 2 Tahun Lalu
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Infografis
Jens Raven Layak Jadi...
Jens Raven Layak Jadi Striker Utama di Timnas Indonesia U-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved