Konflik di Tanah Papua, Barisan Merah Putih Beri Dukungan ke Pemerintah
Sabtu, 20 Februari 2021 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Jack Puraro menegaskan, bahwa tujuh poin tetsebut adalah suara rakyat Papua yang ingin damai diatas tanah Papua . "Kami sangat mendukung pernyataan ini, karena pernytaan ini adalah untuk semua warga Papua yang ingin hidup damai," katanya.
Baca juga: Mengharukan, Bripka Candra Penuh Keikhlasan Mencerdaskan Anak-anak di Desa Terpencil
Ditegaskannya, negara harus tegas terhadap kelompok pengacau yang terus melakukan aksi teror terhadap masyarakat. "Mereka harus ditindak tegas, jangan biarkan kelompok-kelompok ini menghancurkan kedamaian di Papua ,"ucapnya.
Jan Christian Arebo dalam kesempatan itu meminta pihak-pihak yang bermain politik di luar Papua , yang ingin menghancurkan masa depan Papua, untuk tidak lagi melakukan itu. Papua harus aman dan damai, jangan lagi terus memprovokasi yang dampaknya menjadi bumerang di Papua . "Saya katakan stop bermanufer politik di luar Papua , untuk hancurkan kedamaian Papua ,"katanya.
Dirinya juga menyoroti pihak-pihak yang mempersoalkan DOB dibeberapa wilayah di Papua . "Tidak usah bermanufer politik lagi soal DOB, karena semua daerah itu yang akan dimekarkan sudah ada timnya, sudah ada Panja atau Pansusnya, jadi tidak usah mempermasalahkan lagi," tegasnya.
Baca juga: Sempat Kabur, 2 Tahanan Polsek Pontianak Utara Berhasil Dibekuk Kembali
Sementara Yonas Nusi mengatakan, Lembaga Independen Pengelola Dana Otonomi Khusus Papua terpisah dari APBD perlu dilakukan, agar dapat mengawal dana Otsus hingga ke rakyat. "Ini penting karena akan mengawal dana terstruktur, dengan baik dari Istana ke kampung-kampung," ucapya lagi.
Selain itu, Max Abner Ohee menambahkan ia meminta pihak-pihak yang memanfaatkan isu-isu Papua untuk kepentingannya agar berhenti. "TNI dan Polri silahkan data mereka, dan menegakkan hukum agar mereka berhenti," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Nico Mauri, ia mengajak semua komponen di Papua ikut mendukung pemerintah dalam membangun Papua . "Apa yang kami lakukan telah sesuai dengan UU kita. Bahwa setiap warga negaa berhak dan wajib memberikan pembelaan terhadap negara, maka ini yang kami lakukan. Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah terhadap Papua , karena apa yang kita rasakan dan kebijakan pemerintag saat ini adalah buah aspirasi dari rakyat,"pungkasnya.
Baca juga: Mengharukan, Bripka Candra Penuh Keikhlasan Mencerdaskan Anak-anak di Desa Terpencil
Ditegaskannya, negara harus tegas terhadap kelompok pengacau yang terus melakukan aksi teror terhadap masyarakat. "Mereka harus ditindak tegas, jangan biarkan kelompok-kelompok ini menghancurkan kedamaian di Papua ,"ucapnya.
Jan Christian Arebo dalam kesempatan itu meminta pihak-pihak yang bermain politik di luar Papua , yang ingin menghancurkan masa depan Papua, untuk tidak lagi melakukan itu. Papua harus aman dan damai, jangan lagi terus memprovokasi yang dampaknya menjadi bumerang di Papua . "Saya katakan stop bermanufer politik di luar Papua , untuk hancurkan kedamaian Papua ,"katanya.
Dirinya juga menyoroti pihak-pihak yang mempersoalkan DOB dibeberapa wilayah di Papua . "Tidak usah bermanufer politik lagi soal DOB, karena semua daerah itu yang akan dimekarkan sudah ada timnya, sudah ada Panja atau Pansusnya, jadi tidak usah mempermasalahkan lagi," tegasnya.
Baca juga: Sempat Kabur, 2 Tahanan Polsek Pontianak Utara Berhasil Dibekuk Kembali
Sementara Yonas Nusi mengatakan, Lembaga Independen Pengelola Dana Otonomi Khusus Papua terpisah dari APBD perlu dilakukan, agar dapat mengawal dana Otsus hingga ke rakyat. "Ini penting karena akan mengawal dana terstruktur, dengan baik dari Istana ke kampung-kampung," ucapya lagi.
Selain itu, Max Abner Ohee menambahkan ia meminta pihak-pihak yang memanfaatkan isu-isu Papua untuk kepentingannya agar berhenti. "TNI dan Polri silahkan data mereka, dan menegakkan hukum agar mereka berhenti," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Nico Mauri, ia mengajak semua komponen di Papua ikut mendukung pemerintah dalam membangun Papua . "Apa yang kami lakukan telah sesuai dengan UU kita. Bahwa setiap warga negaa berhak dan wajib memberikan pembelaan terhadap negara, maka ini yang kami lakukan. Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah terhadap Papua , karena apa yang kita rasakan dan kebijakan pemerintag saat ini adalah buah aspirasi dari rakyat,"pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :