Konflik di Tanah Papua, Barisan Merah Putih Beri Dukungan ke Pemerintah

Sabtu, 20 Februari 2021 - 09:51 WIB
loading...
A A A
Keempat, Kami Putra dan Putri Komponen Merah Putih Republik Indonesia di Papua , mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat, di mana telah menerima aspirasi masyarakat dari berbagai daerah untuk ada kebijakan pemekaran provinsi dan juga dapat di akomodir pemekaran kabupaten/kota yang sesuai dengan dokumen usulan pemekaran yang telah ada.

Kelima, Kami Putra dan Putri kompenen Merah Putih Republik Indonesia di Papua , menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua di mana saja berada, untuk tidak terhasut dengan berita-berita yang berasal dari oknum atau pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa, serta memohon kepada pihak Kepolisian Negara Republik lndonesia untuk bertindak tegas melakukan penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keenam, Kami Putra dan Putri kompenen Merah Putih Republik Indonesia di Papua , mendukung sepenuhnya TNI dan Polri untuk mengejar dan menangkap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata atau KKSB yang telah membuat jatuhnya korban dari pihak sipil maupun TNI Polri.

Baca juga: Kisah Makam Giriloyo, Makam Ghaib Sultan Agung

Ketujuh, Kami Putra dan Putri kompenen Merah Putih Republik Indonesia di Papua , mendukung pihak aparat penegak hukum agar menindak tegas pejabat atau siapapun pelaku atau siapapun yang melakukan tindakan penyalahgunaan dana Otsus yang mengakibatkan kerugian negara yang berimbas pada instabilitas di wilayah Papua .

"Pernyataan sikap ini adalah bukti dukungan penuh kami dan masyarakat Papua , untuk pemerintah atas berbagai langkah yang diambil," kata Yonas Nusi yang membacakan pernyataan itu.

Yanto Eluay menjelaskan, bahwa terlepas pro kontra pemekaran, sebenarnya pemekaran tanah Papua , didasari oleh tujuan pemerintah menyetujui aspirasi masyarakat dengan adanya daerah otonomi baru.

"Ini untuk kesejahteraan masyarakat Papua , dan juga untuk kedamaian masyarakat Papua . Untuk kepentingan masyarakat dan tak ada tujuan lain. Inti dari pemekaran ini untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Memilukan, Petani Kopi Ini Lumpuh Setelah Kakinya Diserang Tumor Ganas

Ia pun meminta setiap tokoh di Papua , tidak menyampaikan pendapat ataupun sikap pribadi yang seolah-olah adalah sikap seluruh rakyat Papua . "Kami sangat mengapresiasi pemerintah pusat dengan hal ini. Kepada seluruh tokoh-tokoh saya ingin sampaikan jangan menjeneralisir bahwa pernyataan anda adalah pernyataan seluruh rakyat Papua ," tegasnya.

Ia pun meminta pemerintah pusat tak lagi mengabaikan pemimpin masyarakat hukum adat. Menurutnya pemimpin masyarakat adat Papua punya hak yang mengikat. "Kita sama-sama punya tanggung jawab menjaga kedamaian wilayah adat kami," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Berita Terkini
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved