Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
Sabtu, 04 Juli 2026 - 14:13 WIB
loading...
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Muhammad Wirya Arthadiguna mengungkap seorang warga sipil meninggal dunia usai menjadi korban penembakan kelompok bersenjata. Foto/istimewa
A
A
A
PAPUA - Seorang warga sipil Melkiana bernama Dwitau menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Peristiewa yang terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026 menyebabkan korban meninggal dunia.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Muhammad Wirya Arthadiguna menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas insiden tersebut. Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit.
”Tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Selama rangkaian kejadian tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil. Hasil analisis spasial menunjukkan ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Muhammad Wirya Arthadiguna menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas insiden tersebut. Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit.
”Tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Selama rangkaian kejadian tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil. Hasil analisis spasial menunjukkan ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.
Lihat Juga :