Gegara Tanah Warisan, Seorang Laki-laki di Bone Tewas Ditebas Parang Saudara Ipar
Jum'at, 19 Februari 2021 - 10:25 WIB
loading...
Seorang warga di Kabupaten Bone yang tewas ditebas parang oleh saudara ipar akibat persoalan tanah warisan. Foto: Ilsutrasi
A
A
A
BONE - Peristiwa nahas menimpa Maddaremmeng (60), seorang warga di Kabupaten Bone yang tewas ditebas parang oleh saudara ipar akibat persoalan tanah warisan. Insiden berdarah yang terjadi pada hari Kamis (18/2/2021) itu sontak menggemparkan warga Dusun Uttang Mata, Desa Taccipong, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone .
Jasad korban pertama kali ditemukan tiga tetangganya yakni, Ridwan, Basri, dan Rudding yang hendak pergi ke kebun korban untuk meminta ubi. Namun, ketiga warga tersebut terkejut karena mendapati korban tewas bersimbah darah dengan luka pada bagian kepala dan leher.
Mereka langsung lari dan melaporkan temuannya itu ke kepala dusun keluarga dan pihak kepolisian. Dari hasil olah TKP di lokasi dan keterangan sejumlah saksi diketahui pelaku pembunuhan mengarah ke ipar korban yakni Haji Amir.
Baca Juga: Panen Perdana Benih Jagung Hibrida NASA 29 di Bone, Nurdin Abdullah: Saya Bangga
Kasatreskrim Polres Bone , AKP Ardy Yusuf mengatakan, awalnya pelaku tidak mau mengakui perbuatannya, namun setelah polisi memeriksa telepon genggam milik pelaku ternyata pelaku telah mengirim pesan singkat atau SMS pada saudaranya di Makassar jika dirinya kena musibah.
Jasad korban pertama kali ditemukan tiga tetangganya yakni, Ridwan, Basri, dan Rudding yang hendak pergi ke kebun korban untuk meminta ubi. Namun, ketiga warga tersebut terkejut karena mendapati korban tewas bersimbah darah dengan luka pada bagian kepala dan leher.
Mereka langsung lari dan melaporkan temuannya itu ke kepala dusun keluarga dan pihak kepolisian. Dari hasil olah TKP di lokasi dan keterangan sejumlah saksi diketahui pelaku pembunuhan mengarah ke ipar korban yakni Haji Amir.
Baca Juga: Panen Perdana Benih Jagung Hibrida NASA 29 di Bone, Nurdin Abdullah: Saya Bangga
Kasatreskrim Polres Bone , AKP Ardy Yusuf mengatakan, awalnya pelaku tidak mau mengakui perbuatannya, namun setelah polisi memeriksa telepon genggam milik pelaku ternyata pelaku telah mengirim pesan singkat atau SMS pada saudaranya di Makassar jika dirinya kena musibah.
Lihat Juga :