Tangis Haru Warga Padarincang: Setelah 40 Tahun, Akhirnya Nikmati Air Bersih Berkat MNC Peduli dan Miss Indonesia 2024
Kamis, 17 April 2025 - 18:27 WIB
loading...
Suasana haru menyelimuti ratusan warga Desa Ciseke, Padarincang, Kabupaten Serang, Banten saat MNC Peduli bersama Miss Indonesia 2024 Monica Sembiring meresmikan infrastruktur pengadaan air bersih dan fasilitas MCK, Rabu (16/4/2025). FOTO/IST
A
A
A
SERANG - Suasana haru menyelimuti ratusan warga Desa Ciseke, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten saat MNC Peduli bersama Miss Indonesia 2024 Monica Sembiring meresmikan infrastruktur pengadaan air bersih dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK), Rabu (16/4/2025). Tangis bahagia dan syukur pun pecah dari warga yang selama puluhan tahun mengalami kesulitan akses air bersih.
Salah satu warga, Kasnari, yang telah menetap di Desa Ciseke sejak 1985, mengenang masa-masa sulit saat baru pindah dari Anyer karena alasan ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa akses air bersih di wilayah tersebut dulunya sangat terbatas.
"Dulu air bersih sangat susah, kami hanya mengandalkan air dari kali yang harus ditampung dulu di bak supaya jernih. Untuk air minum, kami harus membeli air galon yang jaraknya jauh dan biayanya mahal," tuturnya sambil berkaca-kaca.
Hal serupa disampaikan oleh Onah, seorang ibu rumah tangga yang mengaku pernah mengalami kesulitan luar biasa untuk mendapatkan air bersih. Bahkan untuk kebutuhan mandi, warga terpaksa menggunakan air sungai yang juga dipakai oleh hewan ternak.
"Kalau musim hujan atau banjir, air makin keruh dan nggak bisa dipakai. Buat minum, kami endapkan air selama 2 hari lalu disaring berkali-kali, baru bisa dimasak," tuturnya terbata-bata.
Kehadiran program air bersih dari MNC Peduli yang bekerja sama dengan Yayasan Miss Indonesia menjadi titik balik yang menggembirakan bagi warga. Banyak warga menangis haru dan bersujud syukur saat air bersih pertama kali mengalir di desa mereka.
Salah satu warga, Kasnari, yang telah menetap di Desa Ciseke sejak 1985, mengenang masa-masa sulit saat baru pindah dari Anyer karena alasan ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa akses air bersih di wilayah tersebut dulunya sangat terbatas.
"Dulu air bersih sangat susah, kami hanya mengandalkan air dari kali yang harus ditampung dulu di bak supaya jernih. Untuk air minum, kami harus membeli air galon yang jaraknya jauh dan biayanya mahal," tuturnya sambil berkaca-kaca.
Hal serupa disampaikan oleh Onah, seorang ibu rumah tangga yang mengaku pernah mengalami kesulitan luar biasa untuk mendapatkan air bersih. Bahkan untuk kebutuhan mandi, warga terpaksa menggunakan air sungai yang juga dipakai oleh hewan ternak.
"Kalau musim hujan atau banjir, air makin keruh dan nggak bisa dipakai. Buat minum, kami endapkan air selama 2 hari lalu disaring berkali-kali, baru bisa dimasak," tuturnya terbata-bata.
Kehadiran program air bersih dari MNC Peduli yang bekerja sama dengan Yayasan Miss Indonesia menjadi titik balik yang menggembirakan bagi warga. Banyak warga menangis haru dan bersujud syukur saat air bersih pertama kali mengalir di desa mereka.
Lihat Juga :