Masjid Merah Panjunan, Masjid Jawa Buatan Pendatang Arab
Senin, 18 Mei 2020 - 06:00 WIB
loading...
Masjid Merah Panjunan yang terletak di Kampung Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Foto/ist
A
A
A
Masyarakat umumnya mengenal keberadaan Masjid Agung Sang Cipta Rasa di kompleks Keraton Kasepuhan sebagai salah satu bukti sejarah peradaban Islam di Cirebon. Namun, sejatinya masih ada masjid tua lain di Kota Cirebon yaitu Masjid Abang atau Masjid Merah Panjunan.
Disebut sebagai Masjid Merah, masjid yang terletak di Kampung Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.ini memang didominasi warna merah. Mulai pagar bata merah setinggi 1,5 meter yang mengelilinginya hingga dinding di bagian dalam masjid.
Meskipun sama-sama jejak peninggalan Syarif Hidayatulllah atau Sunan Gunung Jati, memang belum banyak orang di luar Cirebon yang mengenal masjid ini. Dilihat dari keterangan yang tertulis pada papan nama masjid , tempat sujud ini dibangun pada 1480, atau dua tahun setelah Masjid Agung Kasepuhan.
(Baca: Melawan Tanpa Kekerasan, Kaum Samin Berhasil Repotkan Kolonial Belanda)

Bagian dalam masjid yang menyerupai joglo rumah Jawa. Foto/ist
Menurut beberapa sejarawan, Masjid Agung Kasepuhan dibangun pada tahun 1478, bersamaan dengan kemunculan Kesultanan Cirebon, kerajaan yang didirikan atas kesepakatan Wali Songo yang untuk memperkuat penyebaran Islam di wilayah barat Jawa, setelah sukses menyokong pendirian Kesultanan Demak di bagian tengah Jawa.
Disebut sebagai Masjid Merah, masjid yang terletak di Kampung Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.ini memang didominasi warna merah. Mulai pagar bata merah setinggi 1,5 meter yang mengelilinginya hingga dinding di bagian dalam masjid.
Meskipun sama-sama jejak peninggalan Syarif Hidayatulllah atau Sunan Gunung Jati, memang belum banyak orang di luar Cirebon yang mengenal masjid ini. Dilihat dari keterangan yang tertulis pada papan nama masjid , tempat sujud ini dibangun pada 1480, atau dua tahun setelah Masjid Agung Kasepuhan.
(Baca: Melawan Tanpa Kekerasan, Kaum Samin Berhasil Repotkan Kolonial Belanda)

Bagian dalam masjid yang menyerupai joglo rumah Jawa. Foto/ist
Menurut beberapa sejarawan, Masjid Agung Kasepuhan dibangun pada tahun 1478, bersamaan dengan kemunculan Kesultanan Cirebon, kerajaan yang didirikan atas kesepakatan Wali Songo yang untuk memperkuat penyebaran Islam di wilayah barat Jawa, setelah sukses menyokong pendirian Kesultanan Demak di bagian tengah Jawa.
Lihat Juga :