Pipa PDAM Kembali Jebol, 30.000 Warga Surabaya Langsung Terdampak
Minggu, 17 Mei 2020 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Mujiaman, mengatakan, kasus kebocoran pipa ini mirip dengan beberapa waktu lalu yang terjadi di Purimas Gunung Anyar Surabaya. Lokasinya juga berada sekitar 500 meter dari kebocoran pipa saat itu.
“Persis kasus semula tapi orangnya lain. Kami sudah memberikan rambu-rambu semuanya, ternyata dia melanggar jalur yang tidak boleh disentuh akhirnya disentuh. Tempatnya sekitar 500 meter dari Masjid,” kata Mujiaman.
Saat ini, kata dia, pihaknya mengaku sedang menyiapkan peralatan dan jalur atau tempat pembuangan air dengan melakukan proses penggalian tanah. Namun, dia memastikan, bahwa saat ini suplai air bersih melalui pipa tersebut belum sepenuhnya dimatikan, meski sebagian terbuang karena kebocoran.
“Air tetap kami alirkan sampai semua siap dengan pipa baru, baru kita mematikannya. Jadi benar-benar kami menunggu sampai peralatannya sudah siap baru kami matikan semuanya,” kata dia.
Menurut dia, pipa bocor itu berdiameter 1000 milimeter yang mampu mengalirkan 1 liter air per detik kepada 80 pelanggan. Sedangkan air yang terbuang saat ini sekitar 300 liter per detik, sementara lainnya masih tetap berjalan. “Jadi sekitar 30.000 (pelanggan) saat ini yang terganggu, yang paling terdampak wilayah Gunung Anyar,” kata dia.
Namun demikian, Mujiaman memastikan, pihaknya akan tetap berupaya meminimalisir dampak kebocoran pipa itu kepada masyarakat. Meski harus kehilangan sekitar 30% air karena kebocoran. “Terpenting dampak kepada masyarakat kami minimalisir dulu. Dengan risiko kehilangan air yang cukup besar tidak apa-apa,” jelas dia.
“Persis kasus semula tapi orangnya lain. Kami sudah memberikan rambu-rambu semuanya, ternyata dia melanggar jalur yang tidak boleh disentuh akhirnya disentuh. Tempatnya sekitar 500 meter dari Masjid,” kata Mujiaman.
Saat ini, kata dia, pihaknya mengaku sedang menyiapkan peralatan dan jalur atau tempat pembuangan air dengan melakukan proses penggalian tanah. Namun, dia memastikan, bahwa saat ini suplai air bersih melalui pipa tersebut belum sepenuhnya dimatikan, meski sebagian terbuang karena kebocoran.
“Air tetap kami alirkan sampai semua siap dengan pipa baru, baru kita mematikannya. Jadi benar-benar kami menunggu sampai peralatannya sudah siap baru kami matikan semuanya,” kata dia.
Menurut dia, pipa bocor itu berdiameter 1000 milimeter yang mampu mengalirkan 1 liter air per detik kepada 80 pelanggan. Sedangkan air yang terbuang saat ini sekitar 300 liter per detik, sementara lainnya masih tetap berjalan. “Jadi sekitar 30.000 (pelanggan) saat ini yang terganggu, yang paling terdampak wilayah Gunung Anyar,” kata dia.
Namun demikian, Mujiaman memastikan, pihaknya akan tetap berupaya meminimalisir dampak kebocoran pipa itu kepada masyarakat. Meski harus kehilangan sekitar 30% air karena kebocoran. “Terpenting dampak kepada masyarakat kami minimalisir dulu. Dengan risiko kehilangan air yang cukup besar tidak apa-apa,” jelas dia.
Lihat Juga :