Pipa PDAM Kembali Jebol, 30.000 Warga Surabaya Langsung Terdampak
Minggu, 17 Mei 2020 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
Untuk meminimilasir dampak kebocoran pipa, pihaknya telah menyiapkan suplai air bersih dari stasiun pengisian tangki di Ngagel Surabaya. Beberapa tangki pengangkut air bersih juga siap mensuplai langsung ke rumah-rumah warga terdampak.
“Ini kami sedang menyiapkan lokasinya (penggalian pipa), supaya peralatan mobilitasnya lebih enak. Estimasinya semoga 48 jam bisa kita atasi,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan, saat ini PDAM sedang melakukan proses penggalian untuk mencari titik lokasi kebocoran. Nah, selama proses penggalian ini tidak ada penyetopan air dari PDAM. “Jadi air itu tetap mengalir ke jaringan-jaringan permukiman warga. Artinya, saat ini Insya Allah aliran air tidak terganggu dengan suplai 1.000 milimeter per detik,” kata Eddy.
Akan tetapi, Eddy menyebut, karena terjadi kebocoran pipa, tentunya eskalasi air juga mengalami penurunan dan terbuang sekitar 30%. Sedangkan sisanya, sekitar 70% dipastikan masih mengalir ke permukiman warga. Artinya, saat ini suplai air ke rumah-rumah warga masih tetap ada.
“Nah, nanti akan dihentikan ketika titik kebocoroan pipa sudah ditemukan dan ketika proses pengelasan, proses eksekusi terhadap kebocoran ini baru nanti akan hentikan. Sehingga suplai air ke warga terganggunya tidak lama,” kata dia.
Pihaknya memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi ketika suplai air bersih di pipa tersebut dimatikan. Pihaknya mengaku telah menyiapkan truk-truk yang dilengkapi profil tank untuk mendistribusikan air bersih langsung ke rumah warga.
“Ini kami sedang menyiapkan lokasinya (penggalian pipa), supaya peralatan mobilitasnya lebih enak. Estimasinya semoga 48 jam bisa kita atasi,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan, saat ini PDAM sedang melakukan proses penggalian untuk mencari titik lokasi kebocoran. Nah, selama proses penggalian ini tidak ada penyetopan air dari PDAM. “Jadi air itu tetap mengalir ke jaringan-jaringan permukiman warga. Artinya, saat ini Insya Allah aliran air tidak terganggu dengan suplai 1.000 milimeter per detik,” kata Eddy.
Akan tetapi, Eddy menyebut, karena terjadi kebocoran pipa, tentunya eskalasi air juga mengalami penurunan dan terbuang sekitar 30%. Sedangkan sisanya, sekitar 70% dipastikan masih mengalir ke permukiman warga. Artinya, saat ini suplai air ke rumah-rumah warga masih tetap ada.
“Nah, nanti akan dihentikan ketika titik kebocoroan pipa sudah ditemukan dan ketika proses pengelasan, proses eksekusi terhadap kebocoran ini baru nanti akan hentikan. Sehingga suplai air ke warga terganggunya tidak lama,” kata dia.
Pihaknya memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi ketika suplai air bersih di pipa tersebut dimatikan. Pihaknya mengaku telah menyiapkan truk-truk yang dilengkapi profil tank untuk mendistribusikan air bersih langsung ke rumah warga.
(nth)
Lihat Juga :