PDAM Surabaya Mulai Sambung Pipa yang Jebol di Gunung Anyar
Senin, 18 Mei 2020 - 13:27 WIB
loading...
Petugas PDAM berupaya menyambung pipa jebol di kawasan Gunung Anyar. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, sudah memasuki tahap penyambungan pipa yang jebol di Gunung Anyar. Mereka rencananya akan mematikan aliran air untuk memaksimalkan kerja pemasangan, Senin (18/5/2020).
(Baca juga: Senin Pertama PSBB Malang Raya, Antrian Kendaraan Mengular )
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses penyambungan dan pengelasan pipa. Namun, selama aliran air dimatikan, PDAM memastikan telah menyiapkan suplai air bersih kepada warga terdampak.
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Mujiaman Sukirno menuturkan, setelah seluruh semua peralatan siap dan pekerjaan eksternal telah selesai, maka selanjutnya aliran air akan dimatikan. Hal ini dilakukan untuk mendukung proses pengelasan dan penyambungan pipa.
"Begitu rapi (pengerjaan eksternal) kita matikan (aliran air), kita lakukan pemasangan secepatnya. Ini belum kelihatan lukanya seperti apa, tapi saya asumsi kalau lukanya sama seperti dulu," kata Mujiaman.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Mujiaman mengaku telah memilih metode cara kerja lain. Jika pada kasus sebelumnya, peralatan seperti alat berat dan para pekerja ditempatkan di titik yang sama, namun tidak untuk sekarang.
"Ada 50 personil yang kami kerahkan. Ada juga (operator alat berat) dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, kemudian sub kontraktor. Untuk alat berat ekskavator ada 4 unit," katanya.
(Baca juga: Senin Pertama PSBB Malang Raya, Antrian Kendaraan Mengular )
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses penyambungan dan pengelasan pipa. Namun, selama aliran air dimatikan, PDAM memastikan telah menyiapkan suplai air bersih kepada warga terdampak.
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Mujiaman Sukirno menuturkan, setelah seluruh semua peralatan siap dan pekerjaan eksternal telah selesai, maka selanjutnya aliran air akan dimatikan. Hal ini dilakukan untuk mendukung proses pengelasan dan penyambungan pipa.
"Begitu rapi (pengerjaan eksternal) kita matikan (aliran air), kita lakukan pemasangan secepatnya. Ini belum kelihatan lukanya seperti apa, tapi saya asumsi kalau lukanya sama seperti dulu," kata Mujiaman.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Mujiaman mengaku telah memilih metode cara kerja lain. Jika pada kasus sebelumnya, peralatan seperti alat berat dan para pekerja ditempatkan di titik yang sama, namun tidak untuk sekarang.
"Ada 50 personil yang kami kerahkan. Ada juga (operator alat berat) dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, kemudian sub kontraktor. Untuk alat berat ekskavator ada 4 unit," katanya.
Lihat Juga :