Din Syamsudin Dituduh Radikal, Ketua MUI: Tidak Ada Bukti Kuat
Selasa, 16 Februari 2021 - 09:46 WIB
loading...
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar ikut angkat bicara terkait tudingan Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) bahwa Din Syamsuddin tokoh radikal.
Baca juga: GAR ITB Tuduh Din Syamsudin Radikal, Pemuda Muhammadiyah Jatim Ambil Sikap Tegas
Bagi Miftachul Akhyar, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu merupakan sosok yang rendah hati. Dirinya bersama para kiai dan ulama masih khusnudzon berprasangka baik kepada Din Syamsuddin.
"Tidak ada bukti kuat Din Syamsuddin mengarah ke radikal . Masalah mungkin tidak mungkin, tapi kalau seperti ini, dan masih seperti ini saya kira tidak sampai ke sana (radikal)," katanya, Selasa (16/2/2021).
Mantan Rais Syuriyah PWNU Jatim ini juga menanggapi sosok Din Syamsuddin yang kerap mengkritik pemerintah. Menurutnya, kritik membangun diperlukan agar seimbang. " Kritik membangun itu kan diperlukan, kalau orang tanpa kritik, ya akhirnya melampaui batas. Jadi kehidupan akan normal manakala ada sebuah apresiasi ada kritik. Itu harus seimbang," pungkasnya.
Baca juga: Sadis, Akiong Berencana Habisi Keluarga Istrinya, Begini Kondisi Korban
Baca juga: GAR ITB Tuduh Din Syamsudin Radikal, Pemuda Muhammadiyah Jatim Ambil Sikap Tegas
Bagi Miftachul Akhyar, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu merupakan sosok yang rendah hati. Dirinya bersama para kiai dan ulama masih khusnudzon berprasangka baik kepada Din Syamsuddin.
"Tidak ada bukti kuat Din Syamsuddin mengarah ke radikal . Masalah mungkin tidak mungkin, tapi kalau seperti ini, dan masih seperti ini saya kira tidak sampai ke sana (radikal)," katanya, Selasa (16/2/2021).
Mantan Rais Syuriyah PWNU Jatim ini juga menanggapi sosok Din Syamsuddin yang kerap mengkritik pemerintah. Menurutnya, kritik membangun diperlukan agar seimbang. " Kritik membangun itu kan diperlukan, kalau orang tanpa kritik, ya akhirnya melampaui batas. Jadi kehidupan akan normal manakala ada sebuah apresiasi ada kritik. Itu harus seimbang," pungkasnya.
Baca juga: Sadis, Akiong Berencana Habisi Keluarga Istrinya, Begini Kondisi Korban
Lihat Juga :