Polres Tulungagung Selidiki Dugaan Penganiayaan Ulama
Selasa, 16 Februari 2021 - 03:11 WIB
loading...
Polres Tulungagung menyelidiki dugaan aksi penganiayaan yang menimpa Muhammad Ubaidilah Suwito, salah satu ulama asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung menyelidiki dugaan aksi penganiayaan yang menimpa Muhammad Ubaidilah Suwito, salah satu ulama asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Penganiayaan yang berlangsung di masjid Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung tersebut, telah dilaporkan ke kepolisian. "Laporan telah diterima. Kami telah memeriksa saksi saksi," ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ardyan Yudo Setiantono kepada wartawan Senin (15/2/2021).
Insiden pemukulan terjadi pada Jumat (12/2) lalu. Saat berceramah di depan santri di Masjid Baiturrahman, korban tiba-tiba didatangi terlapor yang merupakan warga setempat.
Terlapor yang berinisal KKH, memaki maki. Oleh korban didiamkan. Bukanya mereda, terlapor malah semakin emosi. Tiba-tiba tinjunya terayun ke arah muka korban. "Pelapor mengalami luka di pipi sebelah kiri," terang Ardyan. Beberapa orang yang berada di lokasi, sontak berusaha melerai.
Korban tetap tidak berusaha melawan. Emosi terlapor semakin meledak. Saat mengeluarkan roti kalung, yakni senjata untuk berduel yang terbuat dari logam, terlapor langsung diseret keluar oleh saksi. Sebab yang bersangkutan memperlihatkan gelagat hendak menyerang lagi. Baca: Memilukan, 12 Korban Tanah Longsor Nganjuk Ditemukan Meninggal Dunia.
Penganiayaan yang berlangsung di masjid Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung tersebut, telah dilaporkan ke kepolisian. "Laporan telah diterima. Kami telah memeriksa saksi saksi," ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ardyan Yudo Setiantono kepada wartawan Senin (15/2/2021).
Insiden pemukulan terjadi pada Jumat (12/2) lalu. Saat berceramah di depan santri di Masjid Baiturrahman, korban tiba-tiba didatangi terlapor yang merupakan warga setempat.
Terlapor yang berinisal KKH, memaki maki. Oleh korban didiamkan. Bukanya mereda, terlapor malah semakin emosi. Tiba-tiba tinjunya terayun ke arah muka korban. "Pelapor mengalami luka di pipi sebelah kiri," terang Ardyan. Beberapa orang yang berada di lokasi, sontak berusaha melerai.
Korban tetap tidak berusaha melawan. Emosi terlapor semakin meledak. Saat mengeluarkan roti kalung, yakni senjata untuk berduel yang terbuat dari logam, terlapor langsung diseret keluar oleh saksi. Sebab yang bersangkutan memperlihatkan gelagat hendak menyerang lagi. Baca: Memilukan, 12 Korban Tanah Longsor Nganjuk Ditemukan Meninggal Dunia.
Lihat Juga :