630 Siswa SMP Tidak Punya Ponsel, Terpaksa Gelar Pembelajaran Luring
Kamis, 11 Februari 2021 - 16:24 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Sebanyak 630 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cimahi tidak memiliki ponsel sebagai fasilitas untuk mengikuti pembelajaran daring (online). Guna mendapatkan haknya untuk mengikuti pembelajaran, mereka pun terpaksa melakukan belajar secara luring (luar jaringan).
"Hasil pendataan kami ada 630 siswa dari total 21.228 siswa SMP di Cimahi, yang tidak punya HP. Tapi mereka tetap mengikuti pembelajaran, meski dengan sistem luring," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono, Kamis (11/2/2021).
Baca juga: Korban Banjir di Karawang Capai 30 Ribu Jiwa, Bantuan Terus Mengalir
Diakuinya, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang kini sedang dijalankan di tengah pandemi COVID-19 masih banyak kendala yang harus dihadapi. Yang paling banyak adalah tidak semua siswa memiliki HP, padahal teknologi tersebut merupakan alat utama untuk menunjang pembelajaran online.
Penyebabnya karena faktor ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan anak memiliki HP secara mandiri. Akibatnya mereka tidak bisa merasakan belajar daring seperti kebanyakan siswa lainnya. Polanya saja yang berbeda, karena mereka mengikuti pembelajaran secara luring.
"Hasil pendataan kami ada 630 siswa dari total 21.228 siswa SMP di Cimahi, yang tidak punya HP. Tapi mereka tetap mengikuti pembelajaran, meski dengan sistem luring," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono, Kamis (11/2/2021).
Baca juga: Korban Banjir di Karawang Capai 30 Ribu Jiwa, Bantuan Terus Mengalir
Diakuinya, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang kini sedang dijalankan di tengah pandemi COVID-19 masih banyak kendala yang harus dihadapi. Yang paling banyak adalah tidak semua siswa memiliki HP, padahal teknologi tersebut merupakan alat utama untuk menunjang pembelajaran online.
Penyebabnya karena faktor ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan anak memiliki HP secara mandiri. Akibatnya mereka tidak bisa merasakan belajar daring seperti kebanyakan siswa lainnya. Polanya saja yang berbeda, karena mereka mengikuti pembelajaran secara luring.
Lihat Juga :