Polemik Pelantikan Kepala Daerah, Legislator Sulsel: Bukan Salah Gubernur

Rabu, 10 Februari 2021 - 23:28 WIB
loading...
Polemik Pelantikan Kepala...
Rudy Pieter Goni (RPG) saat reses di Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (10/2/2021). Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Anggota DPRD Sulsel , Rudy Pieter Goni (RPG) ikut angkat bicara terkait polemik jadwal pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak 2020 lalu, yang hingga kini masih belum jelas kapan dilakukan.

Tanggapan itu menyusul adanya pertanyaan warga Makassar, di Kelurahan Maloku, Abdul Rahman saat menggelar reses di Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Pengamat Sebut Pelantikan Kepala Daerah Harus Ikuti Mekanisme

“Dari pemberitaan yang saya dengar, baik media cetak dan elektronik kalau pelantikan Wali Kota Makassar akan ditunda, dengar-dengar kalau Pak Gubernur akan menunda pelantikan ini, bagaimana ini Pak Rudy,” kata Abdul Rahman memberikan pertanyaan kepada RPG.

Menjawab pertanyaan tersebut, RPG mengatakan bahwa hal itu tidak benar jika disebut gubernur yang menunda pelantikan Wali Kota Makassar .

“Sampai saat ini SK dari Mendagri belum keluar. Yang salah itu kalau SK dari Mendagri keluar, baru Pak Gubernur tidak melantik,” ujar anggota DPRD Sulsel dari Dapil I Makassar ini.

Karena itu kata dia, tidak elok kalau ada yang menuduh gubernur yang menunda, sementara yang keluarkan SK adalah Mendagri di Jakarta.

“Jadi jangan yang disalahkan gubernurnya, apalagi akan ada aksi yang dilakukan oleh sebagian masyarakat ke kantor gubernur terkait adanya isu penundaan pelantikan wali kota, karena sepengetahuan saya, sampai saat ini belum ada SK dari Mendagri ,” katanya.

Baca juga: DKPP RI Batalkan Perkara yang Seret Bawaslu Sidrap

Sementara kata RPG, regulasi memang seperti itu, yakni kalau ada SK dari Kementerian Dalam Negeri , baru lah Gubernur akan melakukan pelantikan wali kota maupun bupati yang terpilih di pilkada serentak tahun 2020. “Jadi soal pelantikan kepala daerah, wali kota atau bupati, gubernur mengacu ke SK Mendagri ,” ungkapnya.

Selain persoalan pelantikan, RPG juga menjawab pertanyaan warga Kelurahan Pisang Utara, Muh Ramli yang mempertanyakan tentang Covid-19 dan bagaimana skema pencegahannya dalam bentuk vaksin.

Rudy Pieter Goni menjelaskan penyakit coronavirus disingkat Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 salah satu jenis penyakit ini mengakibatkan pandemi Covid-19 , penderita Covid-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas.

Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada kegagalan fungsi organ tubuh manusia. Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin.

“Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis berkisar antara 1–14 hari dengan rata-rata 5 hari,” ungkap Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel ini, yang sebelumnya juga pernah merasakan bagaimana virus corona menyerang tubuh.

Nah terkait dengan adanya vaksin yang dilakukan oleh pemerintah, maka upaya vaksinasi ini dilakukan dengan cara bertahap.

Baca juga: Gubernur Sulsel Resmikan Kawasan Wisata Kuliner di CPI

“Di tahapan awal, vaksinasi Covid-19 akan diperuntukkan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Lalu secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan izinnya, yaitu penerima bantuan iuran BPJS, dan kelompok masyarakat lainnya,” ujarnya.

Reses di Kecamatan Ujung Pandang, juga dihadiri oleh pengurus DPC PDI Perjuangan antara lain Anton Paul Goni yang juga anggota DPRD Kota Makassar , Raisuljaiz Wakabid Pemenangan Pemilu, serta dihadiri pula oleh perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
11 Orang Ditetapkan...
11 Orang Ditetapkan Tersangka Pembakaran dan Penjarahan Gedung DPRD Makassar dan Sulsel
50 Anggota DPRD Makassar...
50 Anggota DPRD Makassar Resmi Dilantik, 26 Wajah Baru
Tolak RUU Pilkada, Ribuan...
Tolak RUU Pilkada, Ribuan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Sulsel
Ugal-ugalan di Jalan...
Ugal-ugalan di Jalan Pakai Strobo, Mobil Mewah Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Ditahan Polisi
Kompak Serap Aspirasi...
Kompak Serap Aspirasi Warga Makassar, Ini yang Dilakukan Legislator PDIP
Partai Perindo Sulut...
Partai Perindo Sulut Target Raih Satu Fraksi di DPRD Provinsi
Pelajari Pengelolaan...
Pelajari Pengelolaan PAD, DPRD Sulsel Kunker ke Sejumlah Provinsi di Jawa
Usai Geledah Rumah Ketua...
Usai Geledah Rumah Ketua DPRD Sulsel, Giliran 2 Pimpinan Diperiksa KPK
Geledah Rumah Ketua...
Geledah Rumah Ketua DPRD Sulsel, KPK Sita Dokumen Keuangan
Rekomendasi
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved