DPRD Sulsel Nilai Kebijakan Hilirisasi Mineral Jokowi Tepat dan Bermanfaat

Senin, 20 Juni 2022 - 20:01 WIB
loading...
DPRD Sulsel Nilai Kebijakan Hilirisasi Mineral Jokowi Tepat dan Bermanfaat
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Syahruddin Alrif melihat sejauh ini kebijakan Jokowi tentang hilirisasi mineral sudah sangat tepat dan bermanfaat. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
MAKASSAR - DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) mendukung kebijakan Presiden Jokowi untuk melakukan hilirisasi mineral, di mana bahan-bahan raw material tidak lagi langsung diekspor dan harus diolah di dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai bisa menghasilkan nilai tambah yang bermanfaat untuk bangsa.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Syahruddin Alrif melihat sejauh ini kebijakan Jokowi tentang hilirisasi mineral sudah sangat tepat. Menurut dia, kebijakan tersebut membawa manfaat secara ekonomi makro dan mikro.

Baca juga: Sukses Hilirisasi, Indonesia Ekspor Perdana Alumina Rp104 Miliar

“Kebijakan pemerintah pusat secara makro sudah sangat tepat, dengan selama ini kita hanya mengeksplorasi kemudian mengirim dalam bentuk bahan mentah, raw material, sekarang pemerintah tak lagi menjual dalam bentuk raw material tetapi mengolah hasilnya,” jelas Syahruddin di Makassar, Senin (20/6/2022).

Lebih lanjut, semua itu juga ditopang dengan pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang Jawa Tengah. Sehingga menurut dia ini bukan hanya sebagai konsep besar tetapi diaplikasikan di tingkat bawah.

“Investasi yang dilakukan seperti pabrik yang sekarang di bangun di Jawa itu 450 hektare, sebuah terobosan yang cukup besar,” tegas Syahruddin.

Dia mengatakan, kekayaan mineral Indonesia sangat besar. Bangsa-bangsa lain sangat membutuhkan apa yang dimiliki oleh Indonesia. Apalagi saat ini mobil listruk menjadi mobil masa depan.

Baca juga: Hilirisasi Nikel Beri Sumbangan Besar Terhadap Neraca Perdagangan

Menurutnya, Presiden Jokowi sangat jeli melihat -peluang tersebut. Sehingga kekayaan nikel yang ada bisa semaksimal mungkin dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia.

“Tentu nilainya lebih tinggi, sama dengan nikel diubah jadi elitium untuk bahan mobil listrik,” pungkasnya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1857 seconds (11.252#12.26)