GeNose UGM Resmi Dipakai PT KAI, Bagaimana dengan CePAD Unpad?
Jum'at, 05 Februari 2021 - 23:20 WIB
loading...
Alat tes antigen, CePAD inovasi dari Unpad digadang-gadang juga akan dijual lebih murah namun telah berstandar WHO. Foto/Unpad
A
A
A
BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) hari ini mulai menggunakan GeNoseC19 inovasi dari UGM untuk mendeteksi penumpang terinfeksi COVID-19 atau tidak. Terobosan ini menjadi solusi bagi masyarakat, lantaran harganya yang hanya Rp20.000. Jauh lebih murah ketimbang rapid antigen Rp250.000.
Baca juga: Bayar Rp20 Ribu, Tes GeNose di Stasiun Jogja Lebih Diminati Dibanding Swab Antigen
Lalu, bagaimana dengan inovasi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang telah berhasil membuat tes antigen, CePAD. Diketahui CePAD Unpad digadang-gadang akan dijual lebih murah namun telah berstandar WHO.
Baca juga: IKA Unpad Dukung Produksi Massal Alat Deteksi COVID-19 Si CePAD
Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad, Diana Sari menjelaskan, antara GeNose dan CepaD memiliki perbedaan mendasar. GeNose dibuat untuk mendeteksi seseorang yang terpapar virus corona dari bau. Semantara CepaD mendeteksi dari banyaknya virus di dalam tubuh. Bahkan, CepaD bisa mendeteksi paparan virus pada hari pertama seseorang terpapar.
Baca juga: Bayar Rp20 Ribu, Tes GeNose di Stasiun Jogja Lebih Diminati Dibanding Swab Antigen
Lalu, bagaimana dengan inovasi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang telah berhasil membuat tes antigen, CePAD. Diketahui CePAD Unpad digadang-gadang akan dijual lebih murah namun telah berstandar WHO.
Baca juga: IKA Unpad Dukung Produksi Massal Alat Deteksi COVID-19 Si CePAD
Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad, Diana Sari menjelaskan, antara GeNose dan CepaD memiliki perbedaan mendasar. GeNose dibuat untuk mendeteksi seseorang yang terpapar virus corona dari bau. Semantara CepaD mendeteksi dari banyaknya virus di dalam tubuh. Bahkan, CepaD bisa mendeteksi paparan virus pada hari pertama seseorang terpapar.
Lihat Juga :