Bermodal Kertas Bekas, Pria Ini Hasilkan Cuan Hingga Jutaan Rupiah
Jum'at, 05 Februari 2021 - 13:29 WIB
loading...
Dwi Setiawan menggarap pesanan Barongsai di lapaknya, Jl. Gubeng Surabaya. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Dwi Setiawan (45), seorang perajin topeng begitu telaten merangkai percahan kertas di lapak semi permanen miliknya. Lapak ini berdiri tepat di pojok gang masuk Jalan Gubeng Kertajaya V-D Surabaya.
Di sana, perajin topeng tradisional itu tidak pernah berhenti membuat berbagai ragam karya seni yang bernilai ekonomi. Ada topeng barongan, pecut jaranan, reog hingga Barongsai. Uniknya, perajin yang sejak 2006 silam menekuni usaha pembuatan topeng memanfaatkan daur ulang dalam setiap karyanya.
Baca juga: Jelang Berakhirnya PPKM, Zona Merah di Jatim Tinggal Dua Daerah
Dwi mengatakan, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek banyak pesanan Barongsai. Pesanan itu datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Lamongan, Malang, Kalimantan hingga Papua. "Barongsai ini saya buat dari kertas daur ulang. Untuk perekat saya pakai tepung kanji," katanya.
Cara membuat Barongsaipun cukup mudah. Dwi sudah menyiapkan cetakan yang menyerupai Barongsai. Cetaka itu ia gunakan untuk mal-malan dengan cara ditempel hingga terbentuk. "Mal-malan ini untuk memudahkan dan menyamakan ukuran," ujarnya.
Di sana, perajin topeng tradisional itu tidak pernah berhenti membuat berbagai ragam karya seni yang bernilai ekonomi. Ada topeng barongan, pecut jaranan, reog hingga Barongsai. Uniknya, perajin yang sejak 2006 silam menekuni usaha pembuatan topeng memanfaatkan daur ulang dalam setiap karyanya.
Baca juga: Jelang Berakhirnya PPKM, Zona Merah di Jatim Tinggal Dua Daerah
Dwi mengatakan, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek banyak pesanan Barongsai. Pesanan itu datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Lamongan, Malang, Kalimantan hingga Papua. "Barongsai ini saya buat dari kertas daur ulang. Untuk perekat saya pakai tepung kanji," katanya.
Cara membuat Barongsaipun cukup mudah. Dwi sudah menyiapkan cetakan yang menyerupai Barongsai. Cetaka itu ia gunakan untuk mal-malan dengan cara ditempel hingga terbentuk. "Mal-malan ini untuk memudahkan dan menyamakan ukuran," ujarnya.
Lihat Juga :