Tiga Tahun Berjalan, Kompol Aditya Korban Pengeroyokan Perguruan Silat Hanya Bisa Terbaring
Kamis, 04 Februari 2021 - 11:46 WIB
loading...
Tiga tahun berjalan, kondisi Kompol Aditia Mulya Ramadhani (36) hanya bisa terbaring di tempat tidur.Foto/ist
A
A
A
SEMARANG - Tiga tahun berjalan, kondisi Kompol Aditia Mulya Ramadhani (36) hanya bisa terbaring di tempat tidur. Pria yang merupakan perwira menengah Polri ini adalah korban pengeroyokan kelompok perguruan pencak silat Persaudaraan Silat Hati Terate (PSHT).
Baca juga : Pantang Menyerah Mencari Kerja, Lulusan S2 Jerman Ini Ditolak 800 Kali
Ketika itu, Mei 2019, Kompol Aditia menjabat sebagai Kepala Reskrim Polres Wonogiri, hendak membubarkan bentrok perguruan pencak silat tersebut. Namun, bukannya massa bubar malah mengeroyoknya hingga cidera berat di kepala.
Baca juga : Anggota Tim Penyelidik Covid-19 WHO Ingin Periksa Gua Kelelawar di Wuhan
Istrinya, Dewi Setyawati (40), Kamis 4 Februari 2021 menceritakan kondisi terakhir suaminya. "Belum begitu banyak perubahan karena kebetulan kerusakan parah berada di otaknya,” kata dia.
Baca juga : Pantang Menyerah Mencari Kerja, Lulusan S2 Jerman Ini Ditolak 800 Kali
Ketika itu, Mei 2019, Kompol Aditia menjabat sebagai Kepala Reskrim Polres Wonogiri, hendak membubarkan bentrok perguruan pencak silat tersebut. Namun, bukannya massa bubar malah mengeroyoknya hingga cidera berat di kepala.
Baca juga : Anggota Tim Penyelidik Covid-19 WHO Ingin Periksa Gua Kelelawar di Wuhan
Istrinya, Dewi Setyawati (40), Kamis 4 Februari 2021 menceritakan kondisi terakhir suaminya. "Belum begitu banyak perubahan karena kebetulan kerusakan parah berada di otaknya,” kata dia.
Lihat Juga :