Komunitas KITA di Lamongan Daur Ulang Sampah Kertas Jadi Karya Seni
Sabtu, 23 Juli 2022 - 09:00 WIB
loading...
Komunitas di Lamongan dan Gresik mendaur ulang sampah menjadi karya seni.Foto/ist
A
A
A
LAMONGAN - Belasan komunitas di Lamongan dan Gresik yang tergabung dalam Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Area (KITA) membagikan 13 kambing kepada warga yang membutuhkan. Dalam momentum Idul Adha ini, para komunitas ditantang adu kreativitas dalam memanfaatkan kertas sampah daur ulang.
Kali ini para anggota komunitas diminta untuk sekreatif mungkin memanfaatkan kertas yang sudah tidak terpakai untuk membuat karya seni yang bisa dipajang di mana saja. Komunitas diminta untuk membuat ornamen atau miniatur khas sebuah daerah, seperti ornamen kubah, asbak, menara kudus dan kambing.
"Ada tujuh karta yang ikut ambil bagian, yakni Kartar Sapu Jagat Desa Dermolemahbang kecamatan Sarirejo Lamongan membuat ornamen menara kudus, kemudian ornamen kambing sobat Dj Gresik, ornamen kubah masjid Tunas Muda Desa Kedungjati, Balongpanggang Gresik, ornamen masjid Kartar Bangkit Desa Lopang, kecamatan Kembangbahu, Lamongan,
Karta Putra Harapan Desa Latukan, Karanggeneng, Lamongan juga sama. Kemudian Karta Pradna Pramitya Desa Pengangsalan, Kali tengah Lamongan membuat ornamen Asbak, dan Tunas Bakti Desa Lukrejo, Kecamaan Kalitengah, Lamongan," jelas Koordinator KITA Berbagi di Lamongan-Gresik, Alvian.
Baca juga: Kurangi Penggunaan Plastik, Komunitas KITA Sidoarjo Sudah 3 Tahun Gunakan Besek untuk Berbagi
Mereka sebelum hari raya diberikan waktu untuk membuat ornamen dan saat hari H tim juri mulai melakukan penilaian. Saat ini tim masih menilai ornamen tersebut, dari sisi detail, tema, dan kebermanfaatan.
"Tujuannya tentu sebagai ajang adu kreativitas, kemudian juga bisa memanfaatkan kertas yang sudah tidak terpakai. Apalagi program KITA Berbagi 2022 ini konsepnya juga ramah lingkungan. Semua bungkus daging kurban juga menggunakan bahan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, daun pisang," imbuhnya.
Kali ini para anggota komunitas diminta untuk sekreatif mungkin memanfaatkan kertas yang sudah tidak terpakai untuk membuat karya seni yang bisa dipajang di mana saja. Komunitas diminta untuk membuat ornamen atau miniatur khas sebuah daerah, seperti ornamen kubah, asbak, menara kudus dan kambing.
"Ada tujuh karta yang ikut ambil bagian, yakni Kartar Sapu Jagat Desa Dermolemahbang kecamatan Sarirejo Lamongan membuat ornamen menara kudus, kemudian ornamen kambing sobat Dj Gresik, ornamen kubah masjid Tunas Muda Desa Kedungjati, Balongpanggang Gresik, ornamen masjid Kartar Bangkit Desa Lopang, kecamatan Kembangbahu, Lamongan,
Karta Putra Harapan Desa Latukan, Karanggeneng, Lamongan juga sama. Kemudian Karta Pradna Pramitya Desa Pengangsalan, Kali tengah Lamongan membuat ornamen Asbak, dan Tunas Bakti Desa Lukrejo, Kecamaan Kalitengah, Lamongan," jelas Koordinator KITA Berbagi di Lamongan-Gresik, Alvian.
Baca juga: Kurangi Penggunaan Plastik, Komunitas KITA Sidoarjo Sudah 3 Tahun Gunakan Besek untuk Berbagi
Mereka sebelum hari raya diberikan waktu untuk membuat ornamen dan saat hari H tim juri mulai melakukan penilaian. Saat ini tim masih menilai ornamen tersebut, dari sisi detail, tema, dan kebermanfaatan.
"Tujuannya tentu sebagai ajang adu kreativitas, kemudian juga bisa memanfaatkan kertas yang sudah tidak terpakai. Apalagi program KITA Berbagi 2022 ini konsepnya juga ramah lingkungan. Semua bungkus daging kurban juga menggunakan bahan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, daun pisang," imbuhnya.
Lihat Juga :