alexametrics

Pria Positif Corona yang Ngamuk, Terpapar Klaster Lembang

loading...
Pria Positif Corona yang Ngamuk, Terpapar Klaster Lembang
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, AR (40) pria positif virus Corona yang mengamuk saat dijemput petugas, terpapar dari klaster Lembang, iNewsTV/Asep Juhariyono
A+ A-
TASIKMALAYA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, AR (40) pria positif virus Corona yang mengamuk saat dijemput petugas, terpapar dari klaster Lembang, Bandung. Bukan hanya mengamuk, AR, warga Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, juga memeluk warga yang berada di dekatnya.

"Pasien masuk ke dalam Klaster Lembang dan dirawat selama 20 hari. Kemudian dilakukan swab test pertama negatif, lalu kembali dilakukan tes kedua. Sambil menunggu hasilnya yang membutuhkan waktu hingga 5 hari lebih, pasien diperbolehkan pulang oleh dokter, dengan syarat harus melakukan isolasi mandiri. Saat hasil kedua ternyata positif, dilakukan penjemputan lagi," jelas Uus kepada wartawan, Sabtu (16/5/2020).

Uus mengaku, penanganan pasien Corona semua sudah sesuai protokol medis dan dilakukan pengulangan swab test. Namun, saat penjemputan pasein sempat berdalih dirinya sehat dan selama ini tidak memiliki gejala sesuai penderita COVID-19. (Baca juga; Pria Positif Corona Ngamuk di Tasik, Psikolog: COVID-19 Picu Stres-Gangguan Jiwa)



"Tadi juga sama keluarganya bilang kalau pasein sudah sembuh. Namun, karena hasil swab kedua hasilnya positif kita jemput lagi. Rencananya nanti, kita swab test lagi hasil apa. Kalau negatif bisa pulang, namun jika hasilnya positif, maka harus dirawat di ruang isolasi," tambah Uus.

Sebelumnya, AR mengamuk menolak dijemput petugas untuk diisolasi, setelah hasil swab test dinyatakan positif COVID-19. AR sempat berlari sambil mengamuk dan memeluk sejumlah warga yang berada di sekitar, agar tertular virus Corona dan supaya mereka jadi orang dalam pemantauan (ODP).

"Ieu naon ( ini apa) sih? Saya peluk semua, ODP kamu, ODP," kata AR sambil lari mengejar sejumlah warga dan memeluknya, saat didepan rumahnya ketika dijemput petugas medis berpakaian hazmat beserta tim gabungan TNI dan Polri.

Sejumlah petugas tim gabungan pun terus berupaya membujuk pria tersebut bersama keluarganya supaya mau dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan diisolasi. Seorang perempuan yang merupakan keluarga pasien berteriak dan mempertanyakan kenapa saat penjemputan saudaranya harus melibatkan banyak orang di depan rumahnya.

"Kenapa ini bawa segini banyak," teriak seorang wanita berkaus biru muda di rumah AR, kepada petugas tim gabungan yang datang untuk penjemputan. (Baca juga; Ngamuk saat Dijemput Paksa, Pasien Positif Corona Peluk Warga Supaya Tertular)
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak