Pemprov Jabar Godok Strategi Buka Aktivitas Ekonomi, Ini Alasannya

Jum'at, 15 Mei 2020 - 22:08 WIB
loading...
Pemprov Jabar Godok...
Pemprov Jawa Barat tengah menggodok strategi untuk membuka kembali aktivitas ekonomi, agar roda perekonomian dapat terus berputar di tengah pandemi COVID-19. Ilustrasi/Bappeda
A A A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat tengah menggodok strategi untuk membuka kembali aktivitas ekonomi, agar roda perekonomian dapat terus berputar di tengah pandemi COVID-19. Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jabar, Rahmat Taufik Garsadi mengakui, Jabar kini dihadapkan pada kondisi dilematis antara penanganan persoalan kesehatan dan ekonomi akibat COVID-19.

Menurut dia, kedua persoalan tersebut sama-sama berat untuk ditanggulangi. Dari sisi kesehatan, wabah COVID-19 di Jabar paling parah karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta yang merupakan episentrum persebaran COVID-19 di Indonesia.

"Dari sisi ekonomi, 20% industri manufaktur di Indonesia berada di Jabar. Hampir sebagian besar berorientasi ekspor serta mengandalkan bahan baku impor," ujar Rahmat di Bandung, Jumat (15/5/2020). (Baca juga; Menaker: ASEAN Butuh Peta Jalan Ketenagakerjaan Pasca Pandemi COVID-19 )

Menurut dia, sebelum pandemi COVID-19 terjadi, Jabar telah merasakan tekanan ekonomi akibat perang dagang China dan Amerika Serikat. Bahkan, kondisi tersebut mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi Jabar berada di bawah nasional. "Karena Jabar sangat bergantung pada bahan baku impor dan ekspor produk, terutama ke China," katanya.

Saat pandemi COVID-19 terjadi, tekanan ekonomi di Jabar semakin besar mengingat produk ekspor asal Jabar tidak bisa masuk akibat penutupan pelabuhan di China. Di sisi lain, bahan baku yang tersedia pun saat itu hanya cukup untuk dua bulan. "Kondisi itulah yang awalnya membuat banyak terjadi PHK dan pekerja dirumahkan," ungkapnya.

Apalagi, lanjut Rahmat, Jabar juga selama ini menjadi daerah tujuan wisata. Penutupan objek wisata di Jabar akibat pandemi COVID-19 menambah berat tekanan ekonomi karena banyak pekerja pariwisata dan pendukungnya yang kehilangan penghasilan. "Ini berat sekali dan berakibat pada daya beli masyarakat," imbuhnya.

Daya beli masyarakat yang menurun juga berimbas pada terhambatnya distribusi pangan menyusul pengurangan omset pasar induk hingga 50%. Akibatnya, terjadi penumpukan stok pangan di Jabar. (Baca juga; Jadwal Berubah Setiap Dua Hari, Kapasitas Penumpang KLB Dikurangi )

"Komoditas ayam misalnya, peternakan ayam sudah menyiapkan produksi untuk puasa dan Lebaran, tapi karena pandemi, mereka kesulitan menjual. Bahkan, ayam sampai diobral di bawah Rp10.000, padahal BEP (break event point)-nya Rp16.000," beber Rahmat.

Oleh karenanya, Pemprov Jabar terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, termasuk para pelaku usaha dalam upaya memulihkan kembali sektor ekonomi. Di lain sisi, Pemprov Jabar juga menyiapkan program jaring pengaman sosial dengan pembagian bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak COVID-19.

"Kita juga terus mendorong industri tetap bergerak, termasuk sektor kontruksi dan sebagainya agar roda ekonomi tetap berjalan," terangnya.

Rahmat menambahkan, berdasarkan kajian, pemerintah pun tidak akan mampu menahan beban ekonomi akibat pandemi COVID-19 ini. "Makanya kita sedang membuat kajian strategi exit, membuka ekonomi kembali. Rencananya setelah PSBB (selesai) 19 Mei nanti, kita akan coba membuka ekonomi kembali dengan leveling," tegasnya.

Dalam kajian awal, pembukaan kembali aktivitas ekonomi seperti pasar tradisional, industri, hingga mall tersebut akan disertai penerapan kebijakan yang harus dipatuhi, baik oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah sendiri. "Ada kondisi yang harus dipenuhi baik oleh pelaku, masyarakat, maupun pemerintah. Kita sedang godok," ujarnya.

"Karena mau ga mau, pemerintah tidak mungkin terus menahan atau mensuibsidi. Kita mengacu kepada berbagai negara yang berhasil membuka ekonomi kembali seperti Selandia Baru, Jerman dan lainnya," sambung Rahmat.

Rahmat menyatakan, pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat berdamai dengan COVID-19 menjadi hal yang krusial saat ini, agar persoalan kesehatan dan ekonomi dapat tetap tertangani dengan baik.

"Karenanya, kami mohon masyarakat berkomitmen dan disiplin untuk tetap menjaga jarak dan menggunakan masker, agar tidak terjadi ledakan episentrum baru," tandasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tumbuh Kuat
Wakil Ketua DPRD Minta...
Wakil Ketua DPRD Minta Pemprov Jabar Antisipasi Kekeringan Ekstrem
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
Akibat Perang, IMF Ramal...
Akibat Perang, IMF Ramal Ekonomi Israel Makin Hancur Tahun Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved