Tenaga Kesehatan Berjatuhan Akibat COVID-19, Aplikasi DokterSafe Diluncurkan

Senin, 18 Januari 2021 - 07:42 WIB
loading...
Tenaga Kesehatan Berjatuhan...
Aplikasi DokterSafe ini sebagai panduan bagi nakes dan dokter. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) meluncurkan aplikasi DokterSafe. Aplikasi yang bisa diunduh di playstore ini sebagai panduan bagi para tenaga kesehatan agar penularan COVID-19 dan meminimalisir angka kematian akibat terpapar COVID-19.

Baca juga: Pegawainya Banyak yang Positif COVID-19, Mulai Hari Ini PN Surabaya Ditutup

Dekan FK Unair, Budi Santoso menuturkan, panduan digital ini muncul atas tingginya angkat kematian tenaga kesehatan di Indonesia bahkan menduduki peringkat kelima di dunia.

"Kenyataannya masih banyak nakes yang tertular. Masih banyak nakes yang juga belum memahami standar yang benar dalam menangani COVID-19 ini," katanya di sela peluncuran aplikasi DokterSafe secara daring, di kantor IDI Surabaya, Minggu (17/1/2021).



Dokter Budi menjelaskan, DokterSafe berisi berbagai macam informasi terkait COVID-19 . Mulai dari data tentang kasus COVID-19 di seluruh Indonesia baik yang dalam perawatan, sembuh dan yang meninggal.

Selain itu ada juga self assessment untuk mengetahui seberapa besar risiko t erpapar COVID-19 . Ada pula link penting yang berkaitan dengan world health organization (WHO), Satgas COVID-19 , Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Tim Mitigasi IDI dan Pandemictalks.

Baca juga: Indah Halimah Putri Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Dimakamkan di Tanah Kelahirannya

Kemudian tersedia kanal learning yang bisa dibuka untuk mengetahui video alat pelindung diri (APD) yang benar menurut standar WHO dan Kemenkes, standar protokol COVID-19 serta buku pedoman pelayanan.

Selanjutnya juga ada hotline nasional COVID-19 , Satgas COVID-19 , mitigasi COVID-19 IDI Pusat dan IDI Jatim. Serta dilengkapi pula dengan peta yang berhubungan dengan rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat dari lokasi pasien. "Sehingga tidak perlu bingung ke rumah sakit mana harus membawa pasien positif COVID-19 ," tegasnya.

Menurut Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar, aplikasi DokterSafe sangat luar biasa dan menjadi harapan baru karena untuk keselamatan tenaga kesehatan khususnya dokter.

Baca juga: Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang

Untuk itu, IDI Surabaya menghimbau pada semua anggotanya agar mendowload aplikasi DokterSafe. Kata dia, banyak manfaat terutama infomasi penting yang dibutuhkan oleh semua tenaga kesehatan khususnya dokter.

"Contoh, kira-kira kita ini resiko rendah, harus isolasi mandiri atau sehat dan lain-lain. Kemudian kalau kita memerlukan bantuan, paduannya jelas. Kita ke rumah sakit terdekatnya dimana," paparnya.

"Kalau kita lupa tentang protokol kesehatan bagaimana memakai APD yang betul, bagaimana melepas APD yang betul tinggal klik ada videonya. Jadi sangat mempermudah," imbuhnya.

Baca juga: Hingga Minggu Malam, Korban Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Barat Mencapai 81 Orang

Sementara itu, External Manager DokterSafe, Mohammad Yusuf mengungkapkan, banyaknya informasi tentang COVID-19 yang muncul dari berbagai sumber terkadang tidak bisa dipercaya berakibat fatal bagi nakes. Apalagi jiga nakes lebih senang membuka media sosial dan mencari referensi tentang penanganan COVID-19 dari sana.

"Sehingga informasinya tidak jelas. Bahkan bisa termakan hoax. Dengan adanya DokterSafe ini, nakes bisa mencari informasi secara lengkap dalam satu genggaman. Karena informasi yang kami berikan lebih akurat karena melibatkan ahli yang kompeten di FK Unair," tuturnya.

Aplikasi ini, lanjutnya sangatlah dibutuhkan. Teruntuk bagi nakes yang berada di pelosok daerah. Didaerah pelosok terkadang di sebuah pusat layanan kesehatan, dokter ahli paru tidak tersedia standar-standar yang ditetapkan dalam penanganan COVID-19 .

"Karenanya, informasi komprehensif ada di DokterSafe ini. Sehingga mereka tidak perlu repot untuk mencari informasi yang terkadang tidak jelas. Bahkan kita masukkan video yang berisi bagaimana menggunakan APD yang benar mulai dari level satu hingga tiga. Semua jelas," tandasnya.

Baca juga: Ada PPKM untuk Tekan Penularan COVID-19, Kota Pasuruan Berlakukan Jam Malam

Tidak hanya itu, para nakes yang sudah divaksin COVID-19 pun bisa membuka aplikasi itu untuk mengetahui gejala-gejala yang timbul setelah vaksin dan bagaimana cara mengatasinya.

Wakil Dekan 1 FK Unair, Achmad Chusnu Romdhoni menambahkan, bagi masyarakat umum juga bisa mengunduh aplikasi DokterSafe. Masyarakat bisa mengetahui tentang self assessment supaya mengerti seberapa besar risiko terpapar COVID-19 . Sehingga bisa melakukan tindakan preventif.

Namun demikian, ia mengakui bahwa aplikasi DokterSafe belum seratus persen sempurna. Pihaknya masih butuh masukan untuk memperbaiki aplikasi. "Sehingga informasi di aplikasi bisa bermanfaat bagi semua pihak. Tidak hanya tenaga kesehatan tapi masyarakat luas," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR Apresiasi...
Anggota DPR Apresiasi Semangat Anak Muda Hadirkan Aplikasi yang Berdayakan Peternak Lokal
Transformasi Digital...
Transformasi Digital di KBN melalui Go Live Aplikasi SAP
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Aplikasi Belas Kasih...
Aplikasi Belas Kasih Diluncurkan di Bogor, Mudahkan Masyarakat Berdonasi
Dorong Masjid Bertransformasi,...
Dorong Masjid Bertransformasi, LTMNU Siapkan Aplikasi SIMASNU
Ini Tampang Culun Don...
Ini Tampang Culun Don Juan Malang yang Tipu dan Gasak Motor 5 Janda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Berita Terkini
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved