Keren, Semangat Berkarya Pelukis Pakasaban Tak Kendur di Tengah Pandemi

loading...
Keren, Semangat Berkarya Pelukis Pakasaban Tak Kendur di Tengah Pandemi
Sejumlah pelukis yang tergabung dalam komunitas pelukis Pakasaban tetap semangat berkarya di tengah keterbatasan akibat pandemi COVID-19. SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Pandemi COVID-19 telah berdampak besar bagi para pelaku usaha, tak terkecuali pelaku seni seperti yang dialami sejumlah pelukis di Kabupaten Bandung.

Namun begitu, pandemi tak lantas mengurangi semangat mereka untuk terus berkarya menciptakan karya lukis terbaiknya.

Bahkan, mereka ingin membuktikan bahwa pandemi bukanlah halangan untuk terus berkarya, meski di tengah segala keterbatasan.

Ditemui di Sanggar Lukis SHOFY Q Art Sabtu (16/1/2021), sejumlah pelukis yang tergabung dalam komunitas pelukis Pakasaban, yakni Rohendi Susandi, Adi Chandra Hidayat, Tedi Sulaiman, Pevy, dan Hery mengakui bahwa pandemi memang sedikit mengganggu penjualan karya lukisnya.



Selain menggangu penjualan, pandemi COVID-19 menurut mereka memberikan dinamika tersendiri. Pasalnya, mereka tak lagi bisa mengajar anak-anak yang ingin mengembangkan kreativitasnya di bidang seni lukis.

"Namun, hal itu bukanlah halangan bagi kami untuk terus berkarya," ujar Rohendi mewakili teman-temannya.

Di sanggar lukis SHOFY Q Art, terdapat berbagai karya seni lukis dari berbagai aliran, mulai naturalis, abstrak, kaligrafi, hingga surealis. Adapun medianya, yakni kanvas dengan penggunaan cat acrilic, minyak, serta mix.



Menurut Rohendi, sanggar lukis Shofy Q Art yang terletak di Jalan Kopo Katapang Km 12, Kabupaten Bandung ini pun mengikuti anjuran pemerintah tentang protokoler kesehatan, salah satunya membatasi pengunjung hingga 30 persen setiap harinya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top