Vaksinasi COVID-19 Mulai Dilakukan, Virolog Instrat: Efikasinya Dua Kali Lipat

Rabu, 13 Januari 2021 - 23:11 WIB
loading...
Vaksinasi COVID-19 Mulai...
Virolog yang juga Analis Kebijakan Instrat, Sidrotun Naim. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Virolog yang juga Analis Kebijakan Indonesia Strategic Institute (Instrat), Sidrotun Naim menilai, efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin Sinovac mampu menekan risiko terkena COVID-19 hingga dua kali lipat.

Baca juga: Dua Jam Setelah Disuntik Vaksin Jokowi Merasa Sedikit Pegal

Diketahui, vaksin asal China itu dipilih sebagai salah satu vaksin yang digunakan dalam vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Vaksin Sinovac disuntikkan perdana kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (13/1/2021).

Sidrotun menuturkan, selain Indonesia, Brazil, dan Turki, telah melaksanakan uji klinis vaksin Sinovac fase ketiga dengan hasil efikasi yang berbeda-beda dan belum final.

"Untuk laporan interim, data yang digunakan berasal dari sebagian jumlah peserta, sedangkan analisis untuk seluruh peserta akan ada di akhir uji klinis" sebut Sidrotun dalam keterangan resminya, Rabu (13/1/2021) malam.



Berdasarkan hasil kajiannya, virolog yang pernah bekerja di Harvard Medical School itu memaparkan, efikasi vaksin Sinovac di Brazil mencapai 50,4 persen karena uji klinis menyertakan jumlah orang yang terkena COVID-19 bergejala ringan di kelompok vaksin dan placebo.

Baca juga: Garut Gempar, Antorium dan Philodendron Ditukar Rumah Setengah Miliar

Berdasarkan data yang dirilis otoritas Brazil, kata Sidrotun, jumlah orang yang terkena COVID-19 bergejala ringan di kelompok vaksin bertambah dari 60 orang menjadi 85 orang. Sedangkan di kelompok placebo, penambahannya lebih sedikit dari 160 orang menjadi 167 orang.

"Artinya, pada kelompok vaksin, jumlah peserta yang kena COVID-19 lebih sedikit dibanding kelompok placebo dengan kasus ringan lebih banyak (25 dari total 85 vs 7 dari 167)," jelasnya.

Sidrotun juga mengatakan, peserta uji klinis di Brazil adalah tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan COVID-19 lebih tinggi dibandingkan peserta uji klinis di Indonesia yang merupakan masyarakat umum. Adapun peserta di Turki, 80 persennya merupakan masyarakat umum dan sisanya tenaga kesehatan.

"Jumlah total kasus di Indonesia yang dilaporkan (25 orang) dan Turki (29 orang) masih relatif sedikit," katanya.

"Kesimpulan yang lebih kuat terkait efikasi vaksin akan didapat pada akhir uji klinis," lanjut Sidrotun.

Baca juga: Ditemukan Tewas Dalam Kantung Plastik, Mahasiswa Korban Penculikan Ini Anak Pejabat

Menurut Sidrotun, dengan perbaikan testing, tracing, dan treatment (3T) serta protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M), data uji klinis vaksin Sinovac di Brazil menjadi penting.

"Data (uji klinis) Brazil menunjukkan bahwa vaksin penting karena risiko seseorang terkena COVID-19 menurun dua kali, risiko perlu perawatan rumah sakit turun lima kali, serta risiko menjadi sakit berat dan perlu ICU juga menurun," paparnya.

Dengan begitu, Sidrotun yang juga staf pengajar di IPMI Business School itu menekankan bahwa dengan mendukung gerakan vaksinasi COVID-19 dan vaksin rutin, bangsa Indonesia bersama-sama membangun infrastruktur vaksinasi, seperti distribusi, logistik, hingga edukasi terhadap masyarakat.

Untuk diketahui, berkantor pusat di Kota Bandung, Instrat merupakan lembaga kajian isu-isu strategis, politik, hingga sosial humaniora yang berisikan aktivis, peneliti, dan praktisi lintas bidang yang berkumpul untuk memikirkan dan bertindak bagi Indonesia yang lebih baik.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinas Kesehatan KBB...
Dinas Kesehatan KBB Temukan 300 Dosis Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa
Jokowi Namai Vaksin...
Jokowi Namai Vaksin Merah Putih Unair Inavac, Khofifah Bangga Indonesia Produksi Sendiri
Vaksin Dosis Keempat...
Vaksin Dosis Keempat Segera Dibuka, Menkes: Diutamakan Nakes
Dukung Keterbukaan Informasi...
Dukung Keterbukaan Informasi Publik, Polresta Sidoarjo Terima Penghargaan iNews
Pastikan Warga Manado...
Pastikan Warga Manado Tervaksin, Kapolda Sulut Sidak Vaksinasi di Mal
Kabareskrim dan Kapolda...
Kabareskrim dan Kapolda Jatim Pantau Langsung Percepatan Vaksinasi di Pamekasan
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
5 Kali Reshuffle Kabinet,...
5 Kali Reshuffle Kabinet, 4 Kali Dilakukan Jokowi pada Hari Rabu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved