Hari Pertama PPKM, Bali Pecahkan Rekor Baru Kasus COVID-19

loading...
Hari Pertama PPKM, Bali Pecahkan Rekor Baru Kasus COVID-19
Hari pertama PPKM, Bali justru mencatatkan rekor baru kasus COVID-19 yakni tambahan 253 orang terkonfirmasi positif. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
DENPASAR - Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Bali justru mencatatkan rekor baru kasus COVID-19 . Hal itu menyusul tambahan 253 orang yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19, Senin (11/1/2021).

"Hari ini tercatat ada penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 253 orang," kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra. (Baca Juga: Cegah Penularan COVID-19, Gubernur Bali Perluas Pembatasan Kegiatan Masyarakat)

Jumlah itu merupakan yang tertinggi di Bali selama pandemi. Sebelumnya, jumlah kasus harian tertinggi terjadi Jumat (8/1/2021) lalu, sebanyak 231 orang. Indra menjelaskan, dari 253 kasus positif hari ini, 228 di antaranya merupakan kasus transmisi lokal dan sisanya adalah pelaku perjalanan dalam negeri. (Baca Juga: PPKM Jawa-Bali, Pemesanan Jet Pribadi Kian Meningkat)

Dengan tambahan itu, jumlah kumulatif kasus positif di Bali saat ini menjadi 19.637 orang. Untuk kasus aktif menjadi 1.600 orang. Kemudian untuk jumlah kumulatif kasus meninggal sebanyak 567 orang menyusul adanya tambahan 4 pasien meninggal hari ini.Sedangkan kasus sembuh hari ini sebanyak 162 orang, sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 17.470 orang.



Sementara untuk pembatasan kegiatan masyarakat, Gubernur Bali , I Wayan Koster telah memperluas wilayah pembatasan. Selain Denpasar dan Badung yang diperintahkan pusat, ada tambahan tiga kabupaten, yaitu Tabanan, Gianyar dan Klungkung. (Baca juga: Ikut Kena PSBB, Gubernur Bali: Kurang Pas Bali Disebut Berkontribusi Penambahan COVID-19 )

"Denpasar dan Badung telah diatur dalam Instruksi Mendagri. Kami tidak hanya dua wilayah ini. Tapi tambah satu jalur pariwisata yaitu Klungkung, Gianyar, dan Tabanan," kata Koster dalam talk show bertajuk "Implementasi PPKM Jawa-Bali: Kesiapan Pemerintah Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali ", Jumat (8/1/2021) lalu.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top