Hari Pertama PPKM, Ganjar Gowes Sisir Gang-Gang Kecil dengan Pengeras Suara
Senin, 11 Januari 2021 - 09:03 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo gowes keliling kota Semarang sambil patroli dengan pengeras suara mengingatkan warga disiplin prokes. (Istimewa)
A
A
A
SEMARANG - Hari pertama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) , Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkeliling Kota Semarang untuk memastikan warganya menjalankan protokol kesehatan (prokes).
Berangkat gowes dari Puri Gedeh sekitar pukul 06.00 WIB, Ganjar dengan pengeras suara ‘berpatroli’ mengontrol setiap gang-gang kecil di kecamatan Tegalsari. Ganjar berhenti setiap melihat ada kerumunan warga yang sedang berbelanja pagi namun tak memakai masker.“Bu, maskere dipakai ya. Jangan males, ayo sudah sejak 10 bulan lalu diingatkan,” kata Ganjar, Senin (11/1/2021). (Baca juga: Ganjar Marahi Pedagang Tak Pakai Masker dan Berkerumun di Pasar Tiban)
Ia kemudian melanjutkan gowes ke arah gang-gang sempit lainnya. Seolah tak mau kecolongan, Ganjar memilih melalui jalan-jalan sempit yang kemudian ditemukan pasar tiban dipenuhi warga Jagalan, Semarang Tengah. “Bapak ibu, maskernya dipakai ayo ingat coronanya masih ada, di Semarang masih tinggi. Tolong bantu pemerintah ya,” kata Ganjar.
Tak sedikit pula yang diminta Ganjar untuk pulang karena tak menggunakan masker. Selain mengingatkan, Ganjar juga mengedukasi warga bahwa penggunaan masker adalah yang paling baik. “Nek mboten ngagem masker, mboten usah medal (kalau tidak pakai masker, tidak usah keluar), sudah di rumah saja malah aman. Ayo dipakai maskernya,” pintanya.
Belum selesai, Ganjar melanjutkan perjalanannya menuju kawasan Pecinan. Di sana, Ganjar kemudian mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan. Dalam berjualan, agar selalu menjaga jarak dan mengenakan masker.
“Bapak-bapak, Ibu-ibu, hari ini mulai pembatasan se Jawa Bali sampai tanggal 25 nanti. Diingat, kita pembatasan tanggal 11-25 Januari, kalau panjenengan tertib kita bisa menekan penularan. Ayo kita jaga diri, untuk menjaga keluarga, dengan itu kita juga menjaga negara. Maskernya selalu dipakai nggeh,” ujarnya.
Berangkat gowes dari Puri Gedeh sekitar pukul 06.00 WIB, Ganjar dengan pengeras suara ‘berpatroli’ mengontrol setiap gang-gang kecil di kecamatan Tegalsari. Ganjar berhenti setiap melihat ada kerumunan warga yang sedang berbelanja pagi namun tak memakai masker.“Bu, maskere dipakai ya. Jangan males, ayo sudah sejak 10 bulan lalu diingatkan,” kata Ganjar, Senin (11/1/2021). (Baca juga: Ganjar Marahi Pedagang Tak Pakai Masker dan Berkerumun di Pasar Tiban)
Ia kemudian melanjutkan gowes ke arah gang-gang sempit lainnya. Seolah tak mau kecolongan, Ganjar memilih melalui jalan-jalan sempit yang kemudian ditemukan pasar tiban dipenuhi warga Jagalan, Semarang Tengah. “Bapak ibu, maskernya dipakai ayo ingat coronanya masih ada, di Semarang masih tinggi. Tolong bantu pemerintah ya,” kata Ganjar.
Tak sedikit pula yang diminta Ganjar untuk pulang karena tak menggunakan masker. Selain mengingatkan, Ganjar juga mengedukasi warga bahwa penggunaan masker adalah yang paling baik. “Nek mboten ngagem masker, mboten usah medal (kalau tidak pakai masker, tidak usah keluar), sudah di rumah saja malah aman. Ayo dipakai maskernya,” pintanya.
Belum selesai, Ganjar melanjutkan perjalanannya menuju kawasan Pecinan. Di sana, Ganjar kemudian mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan. Dalam berjualan, agar selalu menjaga jarak dan mengenakan masker.
“Bapak-bapak, Ibu-ibu, hari ini mulai pembatasan se Jawa Bali sampai tanggal 25 nanti. Diingat, kita pembatasan tanggal 11-25 Januari, kalau panjenengan tertib kita bisa menekan penularan. Ayo kita jaga diri, untuk menjaga keluarga, dengan itu kita juga menjaga negara. Maskernya selalu dipakai nggeh,” ujarnya.
Lihat Juga :