Stok Pangan Sulsel Aman Jelang Lebaran, Disdak : Bawang Merah 679 Ton
Jum'at, 15 Mei 2020 - 07:05 WIB
loading...
Stok bawang putih dan bawang merah di Sulsel, masing-masing tersedia sekitar 7.995 ton dan 679 ton. Foto : SINDOnews/Doc
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Perdagangan (Disdag) Pemprov Sulsel memastikan stok pangan di Sulsel, aman menjelang lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Stok yang cukup tersebut yakni beras, gula pasir, minyak goreng, hingga komoditas lain seperti daging sapi dan ayam.
"Untuk saat ini stok kita cukup baik di Sulsel," sebut Indra. Dia menyebutkan, khusus untuk stok beras di Sulsel tersedia sekitar 47.942 ton. Ketahanannya kurang lebih untuk sembilan bulan kedepan," tukas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdag Sulsel, Indrajaya Saputra kepada SINDOnews.
Baca : Pemprov Sulsel Salurkan 844 Paket Sembako ke Mahasiswa di Jawa dan Bali
Adapun untuk bawang putih dan bawang merah, masing-masing tersedia sekitar 7.995 ton dan 679 ton, yang disebutnya cukup. "Begitu juga gula pasir yang dimiliki Sulawesi Selatan yang dikuasai Bulog dan PTPN itu kurang lebih 669 ton dan 2.800 ton," tambahnya.
Sementara itu, khusus gula pasir, dikatakan turut menjadi perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag). Indra mengaku, Kemendag telah melakukan penugasan kepada produsen gula untuk memproduksi dan mendistribusikan gula dalam jumlah besar. Salah satunya di Sulsel, PT Makassar Te'ne diminta memasok sekitar 30.000 ton gula pasir.
"Untuk saat ini stok kita cukup baik di Sulsel," sebut Indra. Dia menyebutkan, khusus untuk stok beras di Sulsel tersedia sekitar 47.942 ton. Ketahanannya kurang lebih untuk sembilan bulan kedepan," tukas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdag Sulsel, Indrajaya Saputra kepada SINDOnews.
Baca : Pemprov Sulsel Salurkan 844 Paket Sembako ke Mahasiswa di Jawa dan Bali
Adapun untuk bawang putih dan bawang merah, masing-masing tersedia sekitar 7.995 ton dan 679 ton, yang disebutnya cukup. "Begitu juga gula pasir yang dimiliki Sulawesi Selatan yang dikuasai Bulog dan PTPN itu kurang lebih 669 ton dan 2.800 ton," tambahnya.
Sementara itu, khusus gula pasir, dikatakan turut menjadi perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag). Indra mengaku, Kemendag telah melakukan penugasan kepada produsen gula untuk memproduksi dan mendistribusikan gula dalam jumlah besar. Salah satunya di Sulsel, PT Makassar Te'ne diminta memasok sekitar 30.000 ton gula pasir.
Lihat Juga :