LPA Jawa Timur Catat Penurunan Angka Kekerasan Terhadap Anak Selama 2020
Rabu, 06 Januari 2021 - 15:45 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Selama tahun 2020, jumlah kasus kekerasan terhadap anak mengalami penurunan. Data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur (Jatim) menunjukkan, tahun 2019 yang melapor langsung berjumlah 90. Lalu di tahun 2020 turun menjadi 46 atau terjadi penurunan sekitar 50% dari tahun sebelumnya.
Sedangkan yang dihimpun dari media massa, tahun 2019 ada sekitar 358 kejadian. Sedangkan tahun 2020 ada sekitar 140, terjadi penurunan sekitar 20%. Dari segi pelaku dan korban, pada tahun 2019 yang terkategori “ pelaku“ meski mereka juga adalah korban sebanyak 567 anak. Sedangkan sebagai korban langsung sebanyak 408 anak.
"Di Tahun 2020 jumlah korban “pelaku” sebanyak 261 dan sebagai korban langsung 165," kata Sekretaris LPA Jatim, Isa Anshori, Rabu (6/1/2021).
(Baca juga: Pemkab Blitar Kembali Buka Wisata Dengan Pembatasan Ketat )
Kasus anak yang menghadapi persoalan hukum ( Anak Berhadapan dengan Hukum ( ABH ) ), yang melapor langsung ke LPA Jatim tahun 2019 sebanyak 3 dan di tahun 2020 sebanyak 30 kasus. Kasus pendidikan yang melapor langsung tahun 2019 sebanyak 3 kasus dan di tahun 2020 sebanyak 6 kasus.
Sedangkan yang dihimpun dari media massa, tahun 2019 ada sekitar 358 kejadian. Sedangkan tahun 2020 ada sekitar 140, terjadi penurunan sekitar 20%. Dari segi pelaku dan korban, pada tahun 2019 yang terkategori “ pelaku“ meski mereka juga adalah korban sebanyak 567 anak. Sedangkan sebagai korban langsung sebanyak 408 anak.
"Di Tahun 2020 jumlah korban “pelaku” sebanyak 261 dan sebagai korban langsung 165," kata Sekretaris LPA Jatim, Isa Anshori, Rabu (6/1/2021).
(Baca juga: Pemkab Blitar Kembali Buka Wisata Dengan Pembatasan Ketat )
Kasus anak yang menghadapi persoalan hukum ( Anak Berhadapan dengan Hukum ( ABH ) ), yang melapor langsung ke LPA Jatim tahun 2019 sebanyak 3 dan di tahun 2020 sebanyak 30 kasus. Kasus pendidikan yang melapor langsung tahun 2019 sebanyak 3 kasus dan di tahun 2020 sebanyak 6 kasus.
Lihat Juga :