Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Karawang-Depok Siaga I COVID-19, Gubernur Jabar Minta Bantuan TNI/Polri

loading...
Karawang-Depok Siaga I COVID-19, Gubernur Jabar Minta Bantuan TNI/Polri
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta bantuan TNI/Polri untuk membantu penanganan COVID-19 di Kabupaten Karawang dan Kota Depok yang masih zona merah. Foto/Ilustrasi/Ist
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta bantuan jajaran TNI/Polri dari Polda Jabar, Polda Metro Jaya, Kodam III/Siliwangi, dan Kodam Jaya untuk membantu penanganan COVID-19 di Kabupaten Karawang dan Kota Depok.

(Baca juga: Update Corona: 779.548 Positif, 645.746 Sembuh, 23.109 Meninggal)

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, selama sebulan terakhir Kabupaten Karawang dan Kota Depok terus berada di zona merah. Selain itu tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di kedua daerah itu sudah masuk kategori darurat karena banyaknya pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan.

(Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Semarang Berujung Tewasnya Chacha Sherly, Ini Kata Polisi)

"Kami siaga I di dua daerah, yaitu Depok dan Karawang karena Depok dan Karawang sudah 4 minggu zona merah terus dalam catatan kami, (daerah) yang lain naik turun hilang berganti, tapi dari awal Desember sampai awal Januari Depok dan Karawang masih zona merah," tutur Kang Emil di Bandung, Selasa (5/1/2021).

Oleh karena itu, Kang Emil meminta jajaran Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi membantu penanganan COVID-19 Kabupaten Karawang. Bantuan serupa pun dimintakan kepada Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya, khususnya untuk penanganan di Kota Depok.



"Jadi, saya sudah arahkan Polda Metro, Kodam Jaya membantu memaksimalkan penanganan di Depok dan Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar kita segera menuju Karawang," katanya.

Kang Emil membeberkan, tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di kedua daerah tersebut sudah penuh. Bahkan, kapasitas pusat-pusat isolasi pun sudah melampaui kapasitas yang tersedia hingga 110%.

"Keterisian ruang isolasi juga sudah darurat, di Karawang keterisiannya 110 persen. Jadi, ini mungkin rekor terburuk yang pernah ada, sehingga harus kita lakukan upaya-upaya luar biasa," ujarnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top