Pihak Kapal Tongkang Penabrak Rumah Warga Siap Ganti Rugi, Kini Sedang Dihitung

loading...
Pihak Kapal Tongkang Penabrak Rumah Warga Siap Ganti Rugi, Kini Sedang Dihitung
Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Gieuseppe Reinhard Gultom saat meninjau kerusakan rumah warga. Foto: SINDONews/Dicky Sigit Rakasiwi
BATAM - Awal tahun 2021 diramaikan dengan cuaca ekstrem yang melanda Batam, khususnya dan Kepri umumnya. Setidaknya, hari pertama Jumat (1/1/21) ada beberapa musibah akibat cuaca buruk yang melanda daerah itu.

Salah satunya Kapal Tongkang Agility 1805 yang terseret air laut masuk pemukiman warga dan menabrak rumah di Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam sekitar jam 13.30 WIB. Menindaklanjuti kejadian itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Gieuseppe Reinhard Gultom menerangkan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat cuaca turun hujan deras dengan disertai angin kencang.

(Baca Juga: Dihantam Angin Kencang Disertai Hujan Lebat, Kapal Tongkang Terjang 5 Rumah di Batam)

Lalu, dari arah perairan depan Harbour Bay Kapal Tongkang Agility 1805 terbawa arus mendekati pemukiman warga yang berada di sekitar pesisir pantai lingkungan RT 03 / RW 02 Kampung Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Kapal tongkang tersebut akhirnya menabrak tiang pemancang pondasi rumah dan rumah warga yang ada serta sampan dan boat pancung yang ada di pesisir laut pemukiman warga sekitar.



(Baca Juga: Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Penyebarangan di Aek Sizorni Hanyut)

Atas peristiwa tersebut, terjadi kerusakan pemukiman warga dan beberpa sampan / boat pancung serta jaring ikan milik warga yang terdiri dari 2 unit rumah warga rusak parah, 1 unit rumah bagian dapur rusak sedang, 1 unit sampan, 2 unit boat pancung, 2 set jaring ikan dan 12 batang tiang pancang rumah. Berdasarkan keterangan dari pihak agen kapal mengatakan bahwa kapal tongkang sedang labuh Engker di perairan depan pelabuhan Harbour Bay bersama kapal Tugboat Sinergy Sukses.

“Namun tiba-tiba tali yang mengikat ke kapal tongkang putus terbawa gelombang air karena cuaca dan angin kuat saat kejadian," ujarDirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Gieuseppe Reinhard Gultom, Minggu (3/1/21).



(Baca Juga: Polisi Periksa 7 Terduga dalam Kasus Suami yang Ditikam saat Cari Istrinya)

Pihak agen kapal bersama Ketua RT.03/RW.02 telah melakukan pendataan terhadap warga yang terkena dampak atas peristiwa tersebut dan pada pukul 23.20 WIB tongkang dapat ditarik oleh 3 unit pompong ke tengah laut. “Pihak perusahaan dan agen bersedia bertanggung jawab, dan sekarang sedang didata berapa jumlah total kerugian warga,” pungkasnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top