Penampakan Warga Batanghari Tahan Kapal Penabrak Besi Jembatan Tembesi
Minggu, 19 Mei 2024 - 13:02 WIB
loading...
Ratusan warga Desa Pelayangan, Muaratembesi, Kabupaten Batanghari, nekat menahan kapal tongkang bermuatan batubara. Foto: MPI/Azhari Sultan Jambi
A
A
A
BATANGHARI - Ratusan warga Desa Pelayangan, Muaratembesi, Kabupaten Batanghari di Jambi masih nekat menahan kapal tongkang bermuatan batubara yang diduga menabrak tiang fender (tiang penahan tiang utama jembatan) Jembatan Muaratembesi.
Akibat kejadian tersebut, kondisi masyarakat menjadi khawatir melintasi jembatan di jalur nasional lintas tengah Jambi itu. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan protes kepada pemerintah kabupaten dan provinsi untuk segera melakukan percepatan perbaikan jembatan.
Bahkan menurut warga, insiden tiang fender tertabrak kapal tongkang batubara tidak cukup satu kali, tapi sudah berulang kali. ”Permintaan kami agar fender tiang jembatan segera diperbaiki secepatnya,” tutur Mana, seorang ibu rumah tangga warga setempat, Minggu (19/5/2024).
Baca Juga: Jembatan Barombong Diusul Jadi Jembatan Kembar untuk Atasi Macet
Menurut warga, mereka sepakat masih akan terus menahan kapal tongkang bermuatan batubara sebelum ada kejelasan dari pihak pemerintah. ”Kami terpaksa menahan kapal ini sebelum diperbaiki tiang jembatan yang rusak,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, kondisi masyarakat menjadi khawatir melintasi jembatan di jalur nasional lintas tengah Jambi itu. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan protes kepada pemerintah kabupaten dan provinsi untuk segera melakukan percepatan perbaikan jembatan.
Bahkan menurut warga, insiden tiang fender tertabrak kapal tongkang batubara tidak cukup satu kali, tapi sudah berulang kali. ”Permintaan kami agar fender tiang jembatan segera diperbaiki secepatnya,” tutur Mana, seorang ibu rumah tangga warga setempat, Minggu (19/5/2024).
Baca Juga: Jembatan Barombong Diusul Jadi Jembatan Kembar untuk Atasi Macet
Menurut warga, mereka sepakat masih akan terus menahan kapal tongkang bermuatan batubara sebelum ada kejelasan dari pihak pemerintah. ”Kami terpaksa menahan kapal ini sebelum diperbaiki tiang jembatan yang rusak,” ujarnya.
Lihat Juga :