Malam Pergantian Tahun, Ini Kisah Penggali Kubur Jenazah COVID-19 yang Tetap Standby
Jum'at, 01 Januari 2021 - 06:30 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo saat menemui sejumlah penggali kubur jenazah COVID-19 di TPU Jatisari Mijen Semarang. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Tak semua orang bisa merayakan momentum malam pergantian tahun, apalagi di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini.
Kondisi itu dirasakan oleh Tarno (53) yang bekerja sebagai penggali kubur jenazah COVID-19. Tarno tak bisa merayakan malam tahun baru bersama keluarga.
Setiap hari bahkan malam ini, ia bersama tiga rekannya harus standby di TPU Jatisari Mijen Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi pemakaman jenazah COVID-19 Kota semarang.
Namun, kesedihannya tak dapat merayakan tahun baru bersama keluarga seakan terbayar tuntas ketika Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjunginya, Kamis (31/12/2020) malam.
Saat itu, ia yang baru saja selesai memakamkan jenazah, terkejut dengan kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah itu. Karena malam-malam ke makam tempatnya biasa menggali kubur.
Ya, Ganjar sengaja datang mengunjungi Tarno dan rekan-rekannya untuk memberikan semangat dan apresiasi. Ia memahami, bahwa pandemi Covid-19 ini memaksa Tarno dan teman-temannya tidak bisa ikut merayakan malam pergantian tahun seperti lainnya.
Kondisi itu dirasakan oleh Tarno (53) yang bekerja sebagai penggali kubur jenazah COVID-19. Tarno tak bisa merayakan malam tahun baru bersama keluarga.
Setiap hari bahkan malam ini, ia bersama tiga rekannya harus standby di TPU Jatisari Mijen Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi pemakaman jenazah COVID-19 Kota semarang.
Namun, kesedihannya tak dapat merayakan tahun baru bersama keluarga seakan terbayar tuntas ketika Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjunginya, Kamis (31/12/2020) malam.
Saat itu, ia yang baru saja selesai memakamkan jenazah, terkejut dengan kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah itu. Karena malam-malam ke makam tempatnya biasa menggali kubur.
Ya, Ganjar sengaja datang mengunjungi Tarno dan rekan-rekannya untuk memberikan semangat dan apresiasi. Ia memahami, bahwa pandemi Covid-19 ini memaksa Tarno dan teman-temannya tidak bisa ikut merayakan malam pergantian tahun seperti lainnya.
Lihat Juga :