Pemenang Pilkada Kabupaten Blitar Diwarning Aktivis Anti Korupsi Soal Janji Perubahan
Sabtu, 19 Desember 2020 - 02:31 WIB
loading...
A
A
A
Dalam setiap tahun, uang yang masuk ke kas daerah tidak sampai Rp 100 juta. Sementara kerusakan lingkungan yang ditimbulkan begitu besar. Bahkan tidak sediki bekas galian tambang yang memakan korban jiwa warga sekitar. "Kenapa Gunung Kidul, Magelang dan Lumajang bisa, tapi Kabupaten Blitar tidak bisa?," tegas Trijanto mempertanyakan.
(Baca juga: Jembatan Apung Sungai Brantas Putus, Warga 2 Desa di Mojokerto Jalan Memutar 10 Km )
Ada dugaan, pengelolaan tambang galian C yang berjalan selama ini hanya untuk mendatangkan keuntungan oknum tertentu. Artinya selama ini, kata Trijanto diduga telah terjadi kebocoran dan pemerintah daerah terkesan melakukan pembiaran. Karenanya, KRPK yang merupakan jaringan ICW di Jawa Timur akan mengawasi pemerintahan paslon Mak Rini-Makde Rachmad. Yakni terutama 100 hari awal.
Jika tidak ada perubahan signifikan, dan apalagi ditemukan dugaan penyimpangan, Trijanto mengancam akan turun ke jalan. "Sejak dilantik sampai 100 hari pertama, bagaimana janji politiknya, akan kita awasi," pungkas Trijanto. Seperti diketahui paslon Mak Rini-Makde Rachmad yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS resmi dinyatakan KPU memenangkan pilkada Kabupaten Blitar.
Paslon nomor dua tersebut meraih 365.365 suara atau 58,84 persen. Sedangkan pasangan petahana Rijanto-Marheinis yang diusung koalisi besar yang dimotori PDI P hanya meraup 255.604 suara atau 41,16 persen. Kekalahan paslon Rijanto-Marheinis di pilkada Kabupaten Blitar mengejutkan PDI P. Hal itu mengingat Kabupaten Blitar dikenal sebagai kandang banteng.
(Baca juga: Jembatan Apung Sungai Brantas Putus, Warga 2 Desa di Mojokerto Jalan Memutar 10 Km )
Ada dugaan, pengelolaan tambang galian C yang berjalan selama ini hanya untuk mendatangkan keuntungan oknum tertentu. Artinya selama ini, kata Trijanto diduga telah terjadi kebocoran dan pemerintah daerah terkesan melakukan pembiaran. Karenanya, KRPK yang merupakan jaringan ICW di Jawa Timur akan mengawasi pemerintahan paslon Mak Rini-Makde Rachmad. Yakni terutama 100 hari awal.
Jika tidak ada perubahan signifikan, dan apalagi ditemukan dugaan penyimpangan, Trijanto mengancam akan turun ke jalan. "Sejak dilantik sampai 100 hari pertama, bagaimana janji politiknya, akan kita awasi," pungkas Trijanto. Seperti diketahui paslon Mak Rini-Makde Rachmad yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS resmi dinyatakan KPU memenangkan pilkada Kabupaten Blitar.
Paslon nomor dua tersebut meraih 365.365 suara atau 58,84 persen. Sedangkan pasangan petahana Rijanto-Marheinis yang diusung koalisi besar yang dimotori PDI P hanya meraup 255.604 suara atau 41,16 persen. Kekalahan paslon Rijanto-Marheinis di pilkada Kabupaten Blitar mengejutkan PDI P. Hal itu mengingat Kabupaten Blitar dikenal sebagai kandang banteng.
(msd)
Lihat Juga :