Pemenang Pilkada Kabupaten Blitar Diwarning Aktivis Anti Korupsi Soal Janji Perubahan

Sabtu, 19 Desember 2020 - 02:31 WIB
loading...
Pemenang Pilkada Kabupaten...
Pemenang pilkada Kabupaten Blitar diwarning aktivis anti korupsi soal janji perubahan
A A A
BLITAR - Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati pemenang pilkada Kabupaten Blitar 2020 Rini Syarifah-Rachmad Santoso (Mak Rini-Makde Rachmad) diwarning aktivis anti korupsi bisa menepati janji visi misinya. Jika dalam 100 hari pertama pemerintahan tidak membuat perubahan yang berarti bagi Kabupaten Blitar, para aktivis siap menggelar demo besar besaran.

"Siap turun ke jalan, menagih janji," tegas Koordinator Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Moh Trijanto kepada wartawan Jumat (18/12/2020). Warning keras sengaja diberikan sebelum paslon terpilih memulai pemerintahannya. Trijanto tidak ingin pengalaman pemerintahan petahana Rijanto-Marheinis Urip Widodo, akan terulang. Selama lima tahun berkuasa dan hingga kini masih berjalan, tidak ada perubahan signifikan di Kabupaten Blitar.

(Baca juga: Hari Ini 47 Warga Jatim Meninggal Dunia Akibat COVID-19, Terbanyak se-Indonesia )

"Terbukti banyak kegagalan yang dirasakan masyarakat," kata Trijanto yang pernah berselisih hukum dengan Bupati Blitar Rijanto. Menurut Trijanto, masyarakat Kabupaten Blitar menaruh harapan besar perubahan. Hal itu mengingat Kabupaten Blitar memiliki banyak potensi yang selama ini tidak terkelola dengan baik. Sebut saja sumber daya alam tambang galian.

Kemudian sektor pariwisata serta sumber daya manusia. Menurut Trijanto, pada masa pemerintahan petahana tidak tergarap maksimal. "Pada pemerintahan baru nanti jangan sampai terulang," kata Trijanto yang berharap kesejahteraan masyarakat ke depan akan lebih baik. Trijanto mencontohkan tambang galian C. Yakni pasir dan batu. Selama lima tahun berkuasa tidak terlihat kesungguhan petahana memaksimalkan untuk pendapatan asli daerah.

Dalam setiap tahun, uang yang masuk ke kas daerah tidak sampai Rp 100 juta. Sementara kerusakan lingkungan yang ditimbulkan begitu besar. Bahkan tidak sediki bekas galian tambang yang memakan korban jiwa warga sekitar. "Kenapa Gunung Kidul, Magelang dan Lumajang bisa, tapi Kabupaten Blitar tidak bisa?," tegas Trijanto mempertanyakan.

(Baca juga: Jembatan Apung Sungai Brantas Putus, Warga 2 Desa di Mojokerto Jalan Memutar 10 Km )

Ada dugaan, pengelolaan tambang galian C yang berjalan selama ini hanya untuk mendatangkan keuntungan oknum tertentu. Artinya selama ini, kata Trijanto diduga telah terjadi kebocoran dan pemerintah daerah terkesan melakukan pembiaran. Karenanya, KRPK yang merupakan jaringan ICW di Jawa Timur akan mengawasi pemerintahan paslon Mak Rini-Makde Rachmad. Yakni terutama 100 hari awal.

Jika tidak ada perubahan signifikan, dan apalagi ditemukan dugaan penyimpangan, Trijanto mengancam akan turun ke jalan. "Sejak dilantik sampai 100 hari pertama, bagaimana janji politiknya, akan kita awasi," pungkas Trijanto. Seperti diketahui paslon Mak Rini-Makde Rachmad yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS resmi dinyatakan KPU memenangkan pilkada Kabupaten Blitar.

Paslon nomor dua tersebut meraih 365.365 suara atau 58,84 persen. Sedangkan pasangan petahana Rijanto-Marheinis yang diusung koalisi besar yang dimotori PDI P hanya meraup 255.604 suara atau 41,16 persen. Kekalahan paslon Rijanto-Marheinis di pilkada Kabupaten Blitar mengejutkan PDI P. Hal itu mengingat Kabupaten Blitar dikenal sebagai kandang banteng.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemakaian Material di...
Pemakaian Material di Sektor Hulu Migas Harus Berbasis Regulasi
Peneliti LSI Denny JA...
Peneliti LSI Denny JA Prediksi Kemenangan Rijanto-Beky Tembus 65% di Pilkada Blitar
Survei LSI Denny JA...
Survei LSI Denny JA di Blitar: Rijanto-Beky 55% dan Rini Syarifah-Ghoni 27%
Ini Janji 4 Anggota...
Ini Janji 4 Anggota DPRD Gunung Mas dari Partai Perindo untuk Rakyat Kalteng
Bersama KPK, Rutan Bangil...
Bersama KPK, Rutan Bangil Gelar Penguatan Pendidikan Budaya Anti Korupsi
Kantongi Rekom Cawali...
Kantongi Rekom Cawali Pilkada Blitar, Wasekjen Ansor Pusat Siap Berkompetisi
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta
Prabowo: Indonesia Sedang...
Prabowo: Indonesia Sedang Berjuang Lawan Korupsi dan Pebisnis Serakah
10 Fakta Avishkar Raut,...
10 Fakta Avishkar Raut, Dari Simbol Antikorupsi Nepal Hingga Dianggap Penipu Dunia Kripto
Rekomendasi
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved