Tanggamus Gempar, Ratusan Warga Keracunan Usai Santap Makanan di Ruman Calon Kepala Pekon

Kamis, 17 Desember 2020 - 05:49 WIB
loading...
Tanggamus Gempar, Ratusan Warga Keracunan Usai Santap Makanan di Ruman Calon Kepala Pekon
Dusun Lamuran,Pekon Teratas,Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, keracunan makanan di rumah salah satu calon kepala pekon. Foto/iNews/Indra Siregar
A A A
TANGGAMUS - Ratusan warga Dusun Lamuran,Pekon Teratas,Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus , terpaksa dilarikan ke RSUD Batin Mangunang Kotaagung, lantaran keracunan makanan.

(Baca juga: Tembaki Polisi Saat akan Ditangkap, Kurir Sabu 10 Kg Tewas Ditembak Polisi Surabaya )

Diduga, ratusan warga ini keracunan makanan yang disantap di rumah salah satu calon kepala pekon, Rabu (16/12/2020) sore. Peristiwa keracunan massal ini sudah masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB).

Berdasarkan pengakuan warga, sebelum kejadian keracunan massal ini warga memang sempat makan di rumah salah satu calon kepala pekon, namun banyak juga warga yang tidak ikut makan tapi mengalami keracunan .

Reaksi keracunan itu dirasakan warga pada siang hari, kemudian semakin parah ketika sore hari, sehingga mereka dilarikan ke rumah sakit. Warga yang keracunan memiliki gejala mual, muntah, dan nyeri lambung, bahkan ada yang sampai tidak sadarkan diri.



Dokter UGD RSUD Batin Mangunang, Yudi Indarto mengatakan, ada sekitar 100 orang yang keracunan . "Pasien mulai berdatangan ke rumah sakit sekitar pukul 17.00 WIB, dan pada pukul 22.00 WIB jumlahnya terus bertambah," tuturnya.

Dia mengatakan, penanganan medis telah dilakukan oleh petugas RSUD Batin Mangunang, dengan memberikan obat, pemasangan infus untuk pasien yang kondisinya sudah lemas, selanjutnya pemasangan oksigen untuk pasien yang tidak sadarkan diri.

(Baca juga: Ingin Pulang Kampung ke Malang, Pemuda Ini Nekat Menyeberangi Teluk Balikpapan Menggunakan Galon )

Hingga kini ratusan warga yang keracunan masih di rawat di RSUD Batin Mangunang. Sementara Polres Tanggamus , telah menurunkan personelnya untuk menyelidiki kasus keracunan massal ini, dengan meminta keterangan para saksi, dan mengambil sampel makanan.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1879 seconds (11.252#12.26)