WHO Tolak Gagasan Herd Imunity untuk Memerangi Covid-19

Rabu, 13 Mei 2020 - 15:48 WIB
loading...
A A A
Ryan menjelaskan bahwa kekebalan kawanan (herd imunity) hanya berlaku untuk manusia ketika para ilmuwan perlu menghitung berapa banyak individu yang harus divaksinasi agar masyarakat mencapai kekebalan kawanan yang tepat. Asumsi bahwa sebagian besar populasi global telah terinfeksi dan telah melalui bentuk ringan Covid-19 telah terbukti salah oleh studi epidemiologi awal.

"Proporsi penyakit klinis yang parah sebenarnya adalah proporsi yang lebih tinggi dari semua yang telah terinfeksi," ujar Ryan, memperingatkan bahwa virus Corona baru ternyata jauh lebih "serius" daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Pejabat WHO itu tidak menyebut negara mana pun secara khusus, tetapi pernyataannya dipandang merujuk pada apa yang diterapkan oleh Swedia dan negara-negara lain yang enggan untuk memberlakukan tindakan penguncian yang ketat, karena para ahli kesehatan setempat berpendapat bahwa herd imunity dapat dicapai sebagai gantinya.

Gagasan herd imunity tetap populer di beberapa outlet media Amerika Serikat (AS), tanpa kekurangan artikel yang membahas konsep tersebut, dan beberapa bahkan menyerukan kepada pemerintah negara bagian untuk membatalkan semua pembatasan dan mendorong populasi untuk mengembangkan kekebalan alami terhadap penyakit ini sebagai pengganti vaksin.

Namun Washington tetap enggan untuk menerapkan gagasan itu. Meski begitu, Presiden Donald Trump baru-baru ini mengatakan negara itu akan menghadapai kerugian yang berkelanjutan dan tidak dapat diterima seandainya negara itu tetap menerapkan penguncian. AS saat ini merupakan hotspot Covid-19 terburuk di dunia, dengan lebih dari 1,4 juta kasus dan lebih dari 80.000 kematian.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Pastikan Kasus...
Pramono Pastikan Kasus Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta
Warga Kabupaten Bandung...
Warga Kabupaten Bandung Barat Positif Virus Hanta usai Digigit Tikus Ciwidey
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Rekomendasi
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
3 Irjen Pol Dimutasi...
3 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Berita Terkini
Jalankan Putusan Menag,...
Jalankan Putusan Menag, UIN Jakarta Resmi Integrasikan SMA/SMK Triguna Hari Ini
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng
Oknum Polisi di Jateng...
Oknum Polisi di Jateng Siksa Perempuan, Korban Disiram Air Keras hingga Dicekoki Narkoba
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved