Aliansi Umat Sulsel Tuntut Polisi Bebaskan Habib Rizieq
Minggu, 13 Desember 2020 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Faisal menjabarkan orang yang bersalah tapi tidak dicari itu seperti koruptor dan pemerintah yang mengumpulkan massa tapi tidak ditindak,"Artinya Habib Rizieq sengaja dicari kesalahannya. Bentuk ketidakadilan yang nyata. Lagi-lagi ini cara untuk mempermalukan beliau dan umat Islam," tegas Faisal.
Hal yang sama juga diutarakan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar, KH Muhammad Said Abd Shamad menerangkan HRS sebenarnya sudah membayar denda Rp50 Juta dalam acara pernikahan anaknya di Petamburan beberapa waktu lalu.
“Olehnya itu tidak boleh seseorang dikenakan dua hukum untuk kasus yang sama. Kedua sama sekali HRS tidak pernah ada upaya makar, malah beliau mendoakan negara dan pemimpin lebih baik. Waktu kami ketemu di Mekah, ketika menjalankan ibadah umrah," kata Said. (Baca Juga: Habib Rizieq Jadi Imam Salat di Polda Metro, Netizen: Pas Salat Diakui Sebagai Imam)
Selain itu, Aliansi Umat Sulsel juga meminta agar pemerintah tidak tinggal diam dalam menyikapi kasus penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas di tangan aparat kepolisian di Kawasan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin, 7 Desember, sekitar pukul 00.30 Wib.
“Kami mendesak agar Presiden Joko Widodo membentuk tim pencari fakta atas kasus pembunuhan enam anggota Laskar FPI beberapa waktu lalu dengan melibatkan Komnas Ham, anggota DPR, praktisi hukum, ulama dan tokoh umat," bunyi pernyataan sikap yang dibacakan anggota Aliansi Umat Sulsel.
Hal yang sama juga diutarakan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar, KH Muhammad Said Abd Shamad menerangkan HRS sebenarnya sudah membayar denda Rp50 Juta dalam acara pernikahan anaknya di Petamburan beberapa waktu lalu.
“Olehnya itu tidak boleh seseorang dikenakan dua hukum untuk kasus yang sama. Kedua sama sekali HRS tidak pernah ada upaya makar, malah beliau mendoakan negara dan pemimpin lebih baik. Waktu kami ketemu di Mekah, ketika menjalankan ibadah umrah," kata Said. (Baca Juga: Habib Rizieq Jadi Imam Salat di Polda Metro, Netizen: Pas Salat Diakui Sebagai Imam)
Selain itu, Aliansi Umat Sulsel juga meminta agar pemerintah tidak tinggal diam dalam menyikapi kasus penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas di tangan aparat kepolisian di Kawasan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin, 7 Desember, sekitar pukul 00.30 Wib.
“Kami mendesak agar Presiden Joko Widodo membentuk tim pencari fakta atas kasus pembunuhan enam anggota Laskar FPI beberapa waktu lalu dengan melibatkan Komnas Ham, anggota DPR, praktisi hukum, ulama dan tokoh umat," bunyi pernyataan sikap yang dibacakan anggota Aliansi Umat Sulsel.
(nic)
Lihat Juga :