Jejak Abadi RSJ Lawang Melintasi Zaman, Melayani yang Termarjinalkan

Minggu, 13 Desember 2020 - 04:56 WIB
loading...
A A A
(Baca juga: Di Patirtan Ini, Cinta Pandangan Pertama Arok-Dedes Bersemi )

Gerakan terbuka di masyarakat terus dilakukan RSJ Lawang , salah satunya dilakukan dengan upaya mengevakuasi para ODGJ yang terpasung. Telah ratusan ODGJ yang berhasil diselamatkan dari pemasungan. Bahkan, mereka juga telah dilatih dengan berbagai keterampilan hingga mampu berdaya.

Salah satu upaya pendampingan yang dilakukan RSJ Lawang , di tengah masyarakat, adalah dengan berkembangnya Posyandu Jiwa. RSJ Lawang , hadir di tengah masyarakat untuk melakukan deteksi dini gangguan kejiwaan, mengedukasi masyarakat tentang penyakit jiwa, hingga memberdayakan para ODGJ.

Di wilayah Dusun Blandit, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ada sejumlah ODGJ yang sebelumnya dipasung dan disembunyikan oleh keluarganya. Berkat pendampingan dan pengobatan yang dilakukan oleh RSJ Lawang , kini bisa lepas dari pasung, hidup normal, dan mampu mandiri secara ekonomi dengan kegiatan usaha membuat keset serta sandal.

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM), Dwi Cahyono menyebutkan, wilayah Lawang , merupakan kawasan lintas zaman yang selalu menjadi salah satu wilayah penting sejak era sebelum masa Singhasari, dan Majapahit.

Lokasinya yang berada di utara Malang, menjadi pintu akses Malang, dengan dunia luar. "Sesuai namanya, Lawang bisa diartikan pintu. Mengingat wilayah Lawang , menjadi daerah celah terbuka bagi pedalaman Malang, yang dikitari pegunungan, dengan wilayah luar seperti Surabaya, dan Pasuruan," tuturnya.

(Baca juga: Mengintip Petilasan Ken Dedes, Ibu Para Raja Nusantara )

Lawang , yang di sisi barat berada di lereng Gunung Arjuna, dan lereng Pegunungan Tengger di sisi timur, dibelah jalan besar penghubung antara Pasuruan, dengan Surabaya, yang sejak dahulu menjadi pusat aktivitas ekonomi, dan pemerintahan.

Tempatnya yang sejuk, dan lebih tinggi dari pusat Malang. Menurut Dwi, menjadikan di massa kolonial Belanda, wilayah ini juga sebagai tempat peristirahatan. "Posisinya sangat penting di massa Belanda, buktinya banyak bangunan penting berdiri di sini, seperti Stasiun Lawang yang usianya hampir sama dengan Stasiun Kota Lama," tuturnya.

Bahkan, di sisi timur jalan utama, juga berdiri markas militer Belanda, yang sangat besar. Terdapat Hotel Niagara yang berdiri setinggi delapan lantai. Tentunya ini menjadi bukti pentingnya Lawang di setiap zaman.

Lawang bukan hanya sebagai tempat peristirahatan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi. Di mana terdapat banyak perkebunan di massa Belanda, yang berkembang di sisi barat dan timur. Industri berbasis pertanian, juga berkembang di wilayah ini.

(Baca juga: Jejak Bhatara Katong, Putra Brawijaya V Raja Terakhir Majapahit )

Hadirnya rumah sakit jiwa, menurut Dwi juga sebagai bukti bagaimana majunya kawasan Lawang , karena penyakit kejiwaan sudah ditangani secara medis sejak akhir tahun 1884-an.

"Satu sisi lokasinya yang sejuk dan tenang, menjadi tempat yang pas untuk penyembuhan kejiwaan. Selain itu, kemajuan kegiatan ekonomi di kawasan ini, juga menjadi pertimbangan untuk mendukung kemudahan pelayanan medis di rumah sakit jiwa tersebut," tururnya.

Lawang dengan sejarah pentingnya, telah melintasi zaman yang terus berubah. Demikian juga dengan RSJ Lawang , yang sejak beberapa puluh tahun silam menyandang nama RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat, telah mengabdikan diri selama 118 tahun lamanya, terus berbenah untuk melayani mereka yang masih saja termarjinalkan di tengah perubahan zaman.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved